Pangkalan Bun, tipikorinvestigasinews.id, Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan serta membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang produktif.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun secara resmi menggelar Pembukaan Program Pelatihan Kemandirian, bertempat di Aula Lapas setempat, Jum’at (1/8/2025). Program ini mencakup pelatihan menjahit, Las Listrik, pertanian, dan perikanan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Diddik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Pangkalan Bun, Ario Eka Pradesta, menyampaikan, kegiatan pelatihan kemandirian ini diikuti oleh sekitar 160 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah Lapas Pangkalan Bun bekerja sama dengan 3 mitra kerja, yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat.

” Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi positif dalam penyediaan materi pelatihan, tenaga instruktur, serta akses pasar bagi hasil karya para WBP,” ujar Ario.
Sebagai tanda dimulainya pelatihan, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pangkalan Bun, Hery Muhamad Ramdhan , dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini, khususnya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
“Terima kasih atas atensi Pemerintah Kabupaten Kobar terhadap pelatihan ini. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam pembinaan,” ujar Hery.
Lebih lanjut, Hery menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menyiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat setelah masa hukumannya berakhir.
Ia juga menyampaikan bahwa, pelatihan kemandirian ini tidak hanya ditujukan untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi sebagai bentuk investasi masa depan agar para WBP memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, Hery yakin kreativitas dan semangat para warga binaan tidak akan pernah padam.
“Kami yakin, ilmu yang diperoleh akan berguna bagi mereka kelak. Kreativitas tidak tergantung pada fasilitas, tapi pada semangat untuk berubah,” tegas Hery.
Lebih dari itu, Kalapas menegaskan bahwa, pihaknya akan terus menjaga kesinambungan program dan memperluas jejaring kerja sama untuk memberikan manfaat yang lebih besar.
Di akhir sambutannya, hery menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh mitra kerja dan petugas yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama dari Dinas terkait yang ikut serta mendukung kegiatan ini. Teman-teman petugas Lapas juga mengucapkan salam hormat.
Dan tentu saja, kami akan terus menjaga semangat dan integritas, sebagai wujud komitmen kami terhadap pelayanan yang prima dan profesional,” tegasnya dengan penuh semangat.
Agm







____________________________________________
