SBD,tipikorinvestigasinews.id –Dalam pemberitaan sejumlah media sebelumnya, Dinas Pertanian yang dikomandoi Y. F. Tuka,viral di media sosial akibat tidak dicairkannya sejumlah dana untuk 5 Poktan di Sumba Barat Daya. Salah satu Poktan yang diketahui cukup fatal persoalannya adalah Poktan Ngindi Ate di Desa Wee Londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Menurut Ketua Kelompok, Bilhelus Rada, L, yang dtemui dirumahnya, kampung(wanno Loura) desa Wee londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD,(5/08/25)menyebutkan
Dana DAK yang belum dicairkan oleh Dinas pertanian SBD, ditahun anggaran 2024 sebesar Rp 225 juta.
Sejumlah dana tersebut ada dalam print rekening koran poktan Kami. Lebih lanjut kata ketua kelompok tani pada hari Selasa, 5/8/2025, dikediamannya, dalam wawancara Awak Media, Ketua Poktan Ngindi ate menyampaikan kronologis, Bahwa sejumlah dana tersebut belum mendapat rekomedasi dari dinas Pertanian, dengan alasan Spek, padahal Kami( Poktan red) sudah mengganti pompa yang melebihi spek, dan saya selaku Ketua Poktan terus berkoordinasi dgn Dinas Pertanian. Memohon untuk memberikan rekomendasi pencairan agar kami bisa membayar kepada penyedia barang. CV, Gasrem Surya Perdana Kupang.
Juga kepada ibu Bupati SBD Kami berharap untuk responsif membantu 5 kelompok tani yang belum mendapat rekomendasi pencairan Dana Alokasi Khusus( DAK) tahap ll tahun 2024. Kami ingin menyukseskan program kerja Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati yaitu” membangun Desa, menata Kota”. Kami mau membangun desa dengan bentuk dukungan kami adalah mengembangkan Holtikultura. Ada 20 anggota tani, siap menggarap lahan yang luas dua(2) hektar are. lahan ini yang kami siapkan untuk penanaman holtikutura, ujar ketua kelompok. Tambahnya lagi, Kami percaya bahwa Ibu Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wula, ST pasti berpihak kepada orang kecil seperti kami ini. Sya nyakin itu! juga Saya duga Ibu Bupati belum mendapat info yang kongkrit dilapangan. Hari ini selasa, 5/8/25, kami ingin bertatap muka langsung dengan Ibu Bupati tapi tidak jadi karena kami dapat info, Ibu Bupati berada diluar SBD. Tambahnya lagi, Apabila dinas Pertanian tidak indahkan keluhan kami maka saya sebagai ketua Poktan akan membawa persoalan ini ke rana hukum. Tutupnya.
Disaat yang sama, CV Gasrem Surya Perdana yang berdomisili dikupang dan hadir sendiri di kediaman ketua kelompok Tani Ngindi Ate 2 mengatakan, Sebagai pihak ketiga mengharapkan Dinas Pertanian untuk segera memberikan rekomebdasi agar Poktan dapat menyelesaikan tunggakan pada pihak ketiga, dan temuan tiang baja ringan akan segera diganti dengan pipa galvanis, tegas Perwakilan CV, Gasrem Surya Perdana.
Dalam wawancara terpisah, Kabid PSP di Kantor Dinas Pertanian SBD , Haris Matu Tina, SP menyampaikan, ” Sesuai Instruksi Bupati pada hari senin 4/08/2025, semua dinas dilarang buat pernyataan terkait persoalan yang terjadi dinas dan setiap awak media yang datang cari informasi harus satu pintu yaitu berkoordinasi dengan dinas Kominfo SBD atau Langsung pada Bupati dan saya tidak bisa memberikan statemen lebih lanjut, apalagi Kepala Dinas Pertanian tidak berada ditempat tutupnya.
Untuk memastikan apa yang disampaikan oleh Kabid PSP, dan Sesuai pernyataan Kabid PSP, awak media menyambangi kantor Kominfo SBD, bertemu dengan salah satu Kabid yang sehari-hari biasa di panggil Pak Nano Mulyono. Beliau menjelaskan, ” Pada saat apel pagi, Hari senin, 4/8/25, Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, menyampaikan demikiankan, berati informasi yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah itu disampaikan oleh Dinas Kominfo, tapi itu semua melalui petunjuk kebijakan dari Bupati! seperti apa teknisnya kita belum tahu, tutur Nano. kami juga sebagai kepala bidang masih menunggu arahan kebijakan lebih lanjut dari pimpinan, hal hal mengenai pemberitaan. Sebab Baru kemarin hari senin tanggal,4/08/25, Intruksi Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST dan belum bisa berkoordinasi dengan Ibu Bupati sebab beliau berada diluar SBD. Selanjutnya, ketika ditanya soal Kasus yang terjadi didinas Pertanian?. Ia menuturkan bahwa secara Pribadi, Ia melihat dan mendengar bahwa kasus 5 poktan lagi viral dimedsos tapi secara teknis dan kronologisnya kami tidak ikuti secara Jelas. Dan saya akan koordinasikan dengan pimpinan Kami, baru kami beritahukan kepada Media, ungkap sang Kabid ini.
Pewarta: Gunter Guru Landu Meha







____________________________________________
