NTT (Sumba Barat Daya), tipikorinvestigasinews.id – Desa Bukambero, Kecamatan Kodi Utara, Kamis, 31 Juli 2025. Gereja Katolik Paroki St. Paulus Ande Ate menggelar perayaan Ekaristi Kudus dan pelantikan Pastor Paroki baru serta Dewan Pastoral Paroki dan para Prodiakon. Acara ini dihadiri oleh umat Paroki Ande Ate dan dipimpin oleh Yang Mulia Bapak Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR bersama imam konselebran P. Bernabas, CSsR, RD. Christo Ngasi, RD. Titus Djago, RD.Marus, dan Pastor paroki yang baru RD. Stef
Perayaan ini juga bertepatan dengan peringatan St. Ignasius dari Loyola, seorang kudus besar yang meninggalkan kenyamanan dunia demi mengikuti Kristus sepenuh hati. Dalam terang teladan Ignasius, umat diajak untuk belajar bahwa kemuliaan sejati bukanlah soal pangkat atau jabatan, melainkan kesetiaan kepada Tuhan dan kerendahan hati dalam melayani.
Dalam acara ini, umat menyaksikan pelantikan Pastor Paroki baru, Rm. Stefanus Tamu Ama, Pr, dan 64 Dewan Pastoral Paroki (DPP) serta para 4 Prodiakon (Pelayan Komuni luar biasa) yang akan menjadi tangan dan kaki kasih Tuhan di tengah umat-Nya, untuk masa bakti tahun 2025 hingga 2028. Umat bersyukur karena mereka dikunjungi dan digembalakan langsung oleh Yang Mulia Bapak Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR yang hadir membawa kekuatan dan semangat baru bagi paroki mereka tercinta.

Kotbah Mgr. Edmund Woga, CSsR
Umat beriman yang terkasih dalam Kristus. “Ad Maiorem Dei Gloriam” (AMDG) yang berarti “Untuk Kemuliaan Allah yang Lebih Besar” adalah semboyan Latin yang digunakan oleh Ordo Yesuit. Semboyan ini mencerminkan tujuan utama Ordo Yesuit untuk memuliakan Allah dan melakukan segala sesuatu untuk kepentingan-Nya.
St. Ignasius Loyola, pendiri Ordo Yesuit, memiliki riwayat hidup yang luar biasa. Dari keluarga bangsawan, ia menjadi pejuang bangsanya, tetapi setelah mengalami luka dalam perjuangan, ia mengalami perubahan hidup yang dramatis. Melalui pembacaan Kitab Suci dan Riwayat Orang Kudus, ia terpengaruh untuk menciptakan komunitas Ordo Yesuit yang berjuang untuk kemuliaan Allah.
Pesan St. Ignasius Loyola bagi kita adalah bahwa apapun yang kita buat dalam kehidupan kita harus kita buat untuk kemuliaan Allah yang lebih besar. Kita harus menjadikan diri kita sendiri sebagai “Kemah Allah”, tempat di mana hukum hati dan akal budi kita membuat kita dapat menjadi rumah Allah.
Sebagai anggota gereja, kita memiliki tugas untuk memuliakan Allah dan menjadikan hidup kita sebagai tempat diam Allah. Kita harus berjuang untuk hidup yang baik, memiliki tujuan hidup yang sama, yaitu kebahagiaan hidup yang abadi, dan mengumpulkan rahmat-rahmat Allah melalui doa dan perjuangan.
Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, dan para pelayan Komuni luar biasa memiliki peran penting dalam membantu umat menjadi fokus mereka. Mereka harus berusaha untuk membuat seluruh umat dapat menjadi “Kemah Allah” dan mencapai kebahagiaan hidup yang abadi.
Dengan demikian, kita harus berjuang untuk kemuliaan Allah yang lebih besar dan menjadikan hidup kita sebagai tempat diam Allah. Kita harus menyadari bahwa diri kita lemah dan lebih mendekatkan diri kepada gereja, kepada Allah supaya mampu berjuang kembali dalam tujuan hidup kita. Mari kita berdoa dan berusaha untuk mencapai hidup bersama dengan Allah pada akhir hidup kita. Tuhan memberkati. Amin.
Rm. Titus Djago, Pr, Pastor Paroki St. Paulus Ande Ate periode sebelumnya.
Umat Paroki Ande Ate yang terkasih, saya juga bergembira bersama umat Paroki Ande Ate, karena diberi kepercayaan oleh Bapak Uskup selama 3 tahun 5 bulan, dengan segala macam kejadian yang ada, bahkan juga segala kekurangan. Akhirnya hari ini telah hadir pastor paroki yang baru, Rm. Stefanus Tamu Ama, Pr yang tentu punya pengalaman lebih banyak dibandingkan saya menjadi imam. Ia pernah menjadi Pastor Paroki Katedral selama 10 tahun. Karena itu saya sendiri berpendapat bahwa penunjukan Rm. Stef sangat tepat, fokus untuk menggembalaan umat di Ande Ate. Tidak seperti saya yang banyak cabang. Mengajar di UNIKA Weetebula, sebagai Hakim Tribunal Keuskupan Weetebula, sehingga mungkin kurang fokus menjalankan tugas penggembalaan ini.
Ada banyak terlewati, tanpa perhatikan selama masa penggembalaan saya. Maka dari itu, selamat datang Romo Stef di Paroki Ande Ate yang saya temani selama 3 Tahun 5 bulan.Tidak banyak yang saya sudah perhatikan, hanya saya tinggalkan beberapa hal yang nanti Romo lanjutkan.
Ada 4 gereja yang sudah dibangun dan butuh diselesaikan. Ada Gereja Stasi Tanggu Dendo yang dibangun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ada Gereja Stasi Huma yang mau finishing. Ada gereja Stasi Kadekap yang juga tinggal finishing. Kemudian gereja Stasi Wonno Pareda yang cukup unik, berlantai keramik dan berdinding kulit bambu. Itu semua adalah hadiah untuk Romo Stef ketika tiba disini.
Demikian juga kami sudah berusaha bangun gereja darurat. Sebagaimana diminta Bapak Uskup untuk membongkar gereja ini yang sedang bermasalah. Di gereja yang lama kita telah membuatnya cukup luas, sehingga Rm. Stef tinggal menyelesaikan persiapannya sehingga pada waktu yang ditentukan nanti setelah berbicara dengan Bapak Uskup sehingga tempat itu bisa digunakan sebagai gereja darurat bagi umat.
Lantas, juga ada beberapa di paroki, itu pastoran yang kami buat. Semoga itu makin memperlancar Romo dalam segala pelayanan, dalam pembaharuan, rehab dan pekerjaan-pekerjaan lain yang akan dilakukan untuk Paroki ini.
selamat untuk Rm. Stef yang terkasih, para dewan paroki yang dipilih, dari tempat ini saya mohon maaf untuk segala kekurangan, segala yang belum tersambung dengan baik, tugas berat yang masih saya tinggalkan. Saya berjanji akan selalu mendukung Romo, selalu hadir memberikan motivasi kepada umat. Sebagaimana saya katakan, “badan saya tinggal tetapi hati saya tetap akan menemani Paroki ini. Karena itu dengan senang hati tetap terlibat dalam berbagai hal yang dibutuhkan paroki ini.
Terima kasih kepada Bapak Uskup. Proficiat untuk Rm. Stef, untuk dewan yang terpilih, untuk para pelayan komuni luar biasa.Selamat menjalankan tugas. Saya tetap mendukung dalam doa demi memperbaiki keterlibatan yang bisa saya berikan di tengah segala keterbatasan yang saya miliki. Sekian dan terima kasih.
Cuplikan Kata-kata Hati Rm. Stefanus Tamu Ama, Pr Pastor Paroki yang Baru
Rm. Stef membuka pembicaraan dengan pantun.
Makan beras kodi dengan sate
Nikmatnya selangit menyenangkan hati
Ayo semangat melayani di Paroki Ande Ate
Amal dan jasamu Tuhan berkati.
Umat Bukambero menari bersukaria
Melihat lewat bapa dewan Paroki cantik jelita
Terima kasih untuk Bapak yang mulia
Doa kami untuk Bapak Uskup yang tercinta.
Umat beriman yang terkasih, 20 tahun yang lalu saya pernah dilantik menjadi Pastor di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula. Berarti saya harus belajar banyak untuk menjadi Pastor Paroki. Belajar membawakan kata sambutan, belajar bekerja sama dengan umat, belajar melihat dengan mata hati, segala potensi, kemauan, harapan, maupun duka dan kecemasan umat.
Maka bersama dengan Dewan Pastoral Paroki yang baru, saya optimis untuk melangkah menatap masa depan. Optimisme saya berawal dari, meskipun hari ini mandi keringat saya pakai kasula yang terbaik. Ini kasula tahbisan saya 13 Oktober 1999. Saya punya perjuangan mempertahankan kemurnian, keindahan kasula ini seperti juga martabat imamat pelayanan saya.
Dan itu butuh perjuangan, konsistensi, kerendahan hati dan kesanggupan hati mau mengolah diri supaya pantang menyerah menjalani hidup yang tidak mudah ini, berdasarkan rahmat, mengandalkan kekuatan, dan mencintai Tuhan. Saya optimis melangkah ditempat ini, walaupun demikian awalnya menakutkan. Tapi saya berterima kasih kepada Bapak Uskup yang 3 bulan lalu beri saya kesempatan untuk ziarah di Eropa, melewati tempat-tempat ziarah seperti Fatima, Lourdes, bahkan berziarah di Loyola tempat St. Ignasius hidup dan berkarya.
Entah rahmat dan kehendak Tuhan, menambah keyakinan bagi saya bahwa St. Agustinus yang kita rayakan hari ini memberikan berkat bagi saya secara khusus. Apalagi ciri khas saya pincang, cacat. Ignasius juga pernah terluka karena pertempuran. Tapi martabatnya tidak pernah terluka oleh tantangan dan kesulitan, dan dia memberi saya motivasi yang kuat untuk melangkah dalam keterbatasan, mengandalkan Tuhan dan kerja sama dengan DPP untuk melayani di paroki ini.
Saya optimis untuk untuk memberikan warna baru bagi komunitas-komunitas kategorial yang ada seperti Legio Maria, Kerahiman Ilahi, Sekami, OMK, dan Taruk bersama umat bekerja sama untuk membuat efek yang baru. Agar kebersamaan kita kedepan lebih brrgizi, untuk mengurangi kebiasaan buruk, tanpa watak Kristiani yang mungkin mencemaskan oleh kehadiran orang Katolik yang kurang membanggakan.
Optimis saya kedepan antara lain: Optimis mendukung pembangunan gereja yang dimaksud oleh Rm.Titus. Kita bisa membuat perencanaan yang mantap dalam rencana pastoral kedepan. Saya satu bulan disini sudah 3 kali rapat dewan. Saya percaya betul kebersamaan bersama dewan Paroki dan umat untuk membuat sesuatu yang hidup bukan mencemaskan.
Terima kasih kepada Bapak Uskup yang mempercayai saya manusia rapuh ini untuk menjawab harapan umat dengan hati. Terima kasih kepada Bapak Uskup yang memberikan kepada saya perangkat banyak ketika 10 tahun di Seminari Tinggi.
Kalau saya di Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang ibarat perguruan latih Taekwondo, tenaga dalam, olah batin, dan sekarang saya turun gunung untuk menjadi imam yang lebih lain dari 20 tahun ketika mungkin di Weetebula saya buat kebaikan atau banyak hal yang mencemaskan.Saya percaya modal 10 tahun Seminari Tinggi menjadi berkat bagi saya, mendisiplinkan olah batin sehingga berjalan bersama dengan dewan paroki menjadi lebih baik.
Terima kasih Rm.Titus saya mengikuti jejaknya Rm. Titus untuk menyempurnakan apa yang Romo telah buat. Terima kasih Komunitas Susteran ADM (Amal Kasih Darah Mulia) Ande Ate saya optimis itu adalah rekan kerja saya.
Terima kasih juga kepada pemerintah desa yang kedepan pasti banyak berjalan bersama kami ada peluang untuk melayani umat dengan baik. Terima kasih kepada Dewan Pastoral Paroki dengan pemberian diri dan pencapaian. Untuk itu Bapak Uskup, dalam semester ini rapat dewan pastoral paroki dengan menyusun program kerja sambil memantapkan pembangunan gereja dengan target tahun depan mungkin sudah diberkati.
Tahun 2026 dengan perjuangan dapat mengubah gereja ini sesuai harapan banyak orang. Terima kasih banyak OMK siang sampai malam bersama saya di paroki ini. Ada inspirasi yang dapat saya berikan yang membuat saya semangat menjadi imam. Mari kita sepakat meskipun kita tidak bisa buat sehari. Tapi nilai yang kita renungkan.
“Adalah rahmat untuk memulai dengan baik. Adalah rahmat yang jauh lebih baik untuk setia menapaki jalan yang sudah kita pilih. Tapi rahmat yang paling besar adalah ketika situasi hancur berkeping tetap berdaya untuk tetap setia pada tujuan hidup. Karena Allah mencintai kita, sejak ia berjanji menyertai kita sampai akhir zaman, rahmat dan kuasanya diberikan kepada kita yang setia”
Untuk bapak, ibu, umat Paroki Ande Ate harapan saya:
1. Mari kita bangun paroki dengan adorasi yang kuat, tanpa doa yang kuat kita hanyalah manusia pencetus ide, membangun idealisme tapi nol dalam pelaksanaan.
2. Saya mau paroki ini bebas dari kemabukan. Kalau bapak, ibu mau minum silakan minum di luar. Jangan disini. Saya yakin komunitas disini menjadi tempat yang baik yang patut dab layak dibanggakan karena bercerita tentang kebaikan.
Kedepan mungkin banyak hal mungkin sedikit keras saya buat untuk menciptakan kebaikan-kebaikan yang pantas dibanggakan, sehingga kita pergi kemana-mana ada sesuatu yang baik yang muncul disini. Ini saja isi hati dan harapan saya. Tuhan memberikati. Tutup Rm. Stef, Pr.
Penulis: John Mone







____________________________________________
