Ogan Ilir, tipikorinvestigasinewa.id –
Tangis haru bercampur syukur pecah ketika Prisa (15), remaja asal Tanjung Raja yang sempat viral karena putus sekolah dan menumpang di rumah temannya, akhirnya bisa kembali merasakan bangku pendidikan. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir turun tangan memastikan Prisa kembali bersekolah di SMP Negeri 1 Tanjung Raja.nenin 22/9)2025.
Pada Kamis (18/9/2025), Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani bersama jajaran Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Baznas mendatangi kediaman Rizal, warga sederhana yang selama ini merawat Prisa layaknya anak kandung. Kedatangan itu membawa kabar bahagia: seluruh biaya pendidikan Prisa akan ditanggung penuh pemerintah, bahkan hingga jenjang SMA nanti.
“Prisa harus tetap bersekolah. Ia akan kembali belajar di kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Raja, dan pemerintah menanggung semua biayanya. Selepas SMP, ia akan melanjutkan SMA di Sekolah Rakyat tanpa perlu memikirkan biaya,” tegas Ardani.
Air Mata Bahagia Ibu Angkat
Ibu Daryana, istri Rizal yang dengan penuh kasih merawat Prisa, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah… mungkin Prisa bukan anak kandung saya, tapi saya sudah menganggapnya anak sendiri. Saat saya mengantarkan dia ke sekolah dan melihat dia diterima hangat oleh teman-temannya, hati saya penuh syukur dan bahagia. Doa dan cita-citanya untuk sekolah akhirnya terwujud,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan penuh kasih, ia berpesan kepada Prisa:
“Nak, sekolah yang rajin. Jangan nakal, patuhi guru, dan gapailah cita-citamu setinggi langit. Jadilah anak yang bermanfaat bagi bangsa dan orang tua kelak.”
Potret Buram Negeri Kaya Raya
Kisah Prisa memang menghadirkan rasa syukur, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi kita semua. Di negeri yang disebut kaya raya, masih ada anak bangsa yang harus putus sekolah hanya karena himpitan ekonomi.
Bukankah pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia yang dijamin undang-undang? Mengapa masih ada Prisa-Prisa lain yang baru mendapat perhatian setelah kisahnya viral?
Di atas kertas, pemerintah menganggarkan triliunan rupiah untuk pendidikan. Namun kenyataannya, masih banyak anak dari keluarga miskin yang tertinggal, menunda mimpi, bahkan berhenti bersekolah.
Jangan Ada Lagi “Prisa” Berikutnya
Kisah ini harus menjadi pengingat bersama. Pendidikan anak negeri tidak boleh hanya diperjuangkan lewat belas kasihan atau sorotan media. Pemerintah harus hadir sejak awal, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tidak bersekolah atau putus sekolah karna alasan ekonomi.
Hari ini, Prisa tersenyum kembali di bangku kelas VIII. Namun tugas besar kita adalah memastikan tidak ada lagi air mata anak bangsa yang menetes karena terpaksa berhenti sekolah.
Dengan suara terbata-bata dan mata berkaca-kaca, Ibu Daryana kembali menyampaikan terima kasihnya yang begitu dalam.
“Alhamdulillah ya Allah, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak H. Ardani, Wakil Bupati Ogan Ilir, kepada Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Baznas Ogan Ilir, DPRD Kabupaten Ogan Ilir, serta Kapolres Kabupaten Ogan Ilir dan jajarannya. Berkat kepedulian bapak dan ibu semua, hari ini anak ini bisa kembali sekolah. Anak ini memang bukan darah daging saya, tapi saya sudah menganggapnya anak sendiri. Kebahagiaan saya melihat dia duduk lagi di bangku sekolah tidak bisa terbayar oleh apa pun.”
Dengan suara bergetar, sambil menggenggam tangan Prisa erat-erat, ia menutup ucapannya:
“Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu. Doa saya, semoga langkah mulia ini menjadi amal jariyah dan berkah bagi Ogan Ilir tercinta. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.”
Ucapan sederhana itu lahir dari hati seorang ibu, menjadi saksi bahwa kepedulian mampu menyalakan kembali api harapan seorang anak bangsa yang hampir padam.
(Oman)







____________________________________________
