POLEWALI MANDAR,Tipikorinvestigasinews.id– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perindagkop UMKM Polman bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar kegiatan Maradika QRIS Ramadhan UMKM Baik 2026 di Lapangan Pancasila.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong digitalisasi UMKM, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan ekosistem keuangan digital di daerah.
Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Aco Musaddad, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting transformasi ekonomi berbasis digital.
“Pemanfaatan QRIS bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi merupakan instrumen percepatan transformasi UMKM agar naik kelas. Transaksi menjadi lebih transparan, aman, tercatat, dan terintegrasi dengan sistem keuangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ramadhan merupakan momentum strategis karena tingginya aktivitas konsumsi masyarakat. Oleh sebab itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga etalase promosi produk lokal yang mendorong terbentuknya loyalitas pelanggan jangka panjang terhadap UMKM daerah.
Selain aspek digitalisasi, penyelenggaraan kawasan kuliner Ramadhan juga dilakukan dengan sistem pengorganisasian yang terstruktur dan higienis, sehingga kualitas produk pangan lebih terjamin dan tertata. Hal ini dinilai penting untuk menjaga citra Polewali Mandar sebagai destinasi wisata kuliner daerah yang sehat, modern, dan ramah konsumen.
Keberadaan lokasi kegiatan yang berdampingan dengan Masjid Agung Syuhada turut memperkuat integrasi antara aktivitas ekonomi, ibadah, dan interaksi sosial masyarakat. Konsep ini menciptakan ruang publik Ramadhan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bernilai religius dan edukatif.
Berbagai kegiatan Islami seperti tadarus, nasyid, dan lomba azan juga menjadi bagian dari rangkaian acara, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi lokal dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter, moral, dan nilai spiritual masyarakat.
Menurut DR. Aco Musaddad, Maradika QRIS Ramadhan merupakan model kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar event Ramadhan, tetapi bagian dari strategi pembangunan daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga memperkuat literasi keuangan digital, inklusi sistem pembayaran nasional, serta menciptakan ruang publik yang sehat, religius, dan produktif,” tegasnya.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.







____________________________________________
