Fakta Baru Konflik Shalat Jumat di Waitabula: Ustad Tatan Ungkap Awal Kejadian, Dua Pihak Kini Sama-Sama Lapor Polisi

TAMBOLAKA, tipikorinvestigasinews.id – Insiden kericuhan yang terjadi usai pelaksanaan shalat Jumat di wilayah Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, kini memasuki babak baru.

Kedua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut sama-sama melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Dalam jumpa pers pada Sabtu (14/3/2026), Ustad Tatan memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di ruas Jalan Walet–Lede Giring pada Jumat (13/3/2026).

Ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut bermula dari dugaan gangguan saat dirinya sedang memimpin khotbah di Masjid Al-Falah Waitabula.

Menurut Ustad Tatan, gangguan itu terjadi ketika seorang pria bernama Yusuf diduga berteriak dari luar masjid.

“Ketika saya sedang menyampaikan khotbah, tiba-tiba terdengar teriakan ‘Hoi diam!’. Saya menilai itu sebagai bentuk pelecehan terhadap ibadah yang sedang berlangsung,” kata Ustad Tatan.

Ia menegaskan bahwa tindakan yang kemudian terjadi setelah shalat Jumat merupakan respons spontan terhadap situasi yang menurutnya telah mengganggu jalannya ibadah.

Ustad Tatan juga membantah sejumlah narasi yang sebelumnya beredar di media sosial, yang menurutnya hanya memuat versi dari pihak korban.

“Saya perlu meluruskan agar masyarakat mengetahui kronologi dari sisi kami. Banyak informasi yang beredar tidak menggambarkan kejadian secara utuh,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa kasus tersebut kini telah masuk dalam proses hukum dan sedang ditangani penyidik.

Kepala Seksi Humas Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, membenarkan bahwa kedua pihak telah membuat laporan resmi ke polisi.

“Keduanya sama-sama melapor ke Polres dan sudah melakukan visum. Saat ini sedang ditangani Reskrim,” kata Bernardus saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, proses visum terhadap kedua pihak dilakukan sebagai bagian dari prosedur penyelidikan untuk melengkapi bukti fisik dalam kasus tersebut.

Polisi juga menyatakan akan mendalami keterangan dari para pihak serta saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Meski sempat memicu ketegangan, situasi di Desa Radamata dan wilayah sekitarnya dilaporkan mulai kondusif. Aparat kepolisian tetap melakukan pemantauan guna mencegah potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat.

Reporter : Gunter Guru Ladu Meha.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *