Headline: Prahara di Paripurna Aceh Singkil: Ketua DPRK Walk Out, Pengesahan APBK 2026 Berakhir Kericuhan Panas

T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Sidang Paripurna DPRK Aceh Singkil yang seharusnya menjadi momentum sakral bagi masa depan pembangunan daerah berubah menjadi ajang adu mulut dan ketegangan hebat. Agenda pembahasan serta pengesahan Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2026 yang digelar Rabu (8/4/2026) ini berakhir ricuh setelah aksi sepihak pimpinan sidang memicu amarah anggota dewan.

Ketegangan memuncak saat Ketua DPRK Aceh Singkil secara mendadak mengetuk palu penutupan sidang, mengklaim bahwa pembahasan telah selesai. Keputusan kilat ini langsung dihujani protes keras. Anggota dewan menilai banyak substansi krusial dan perbedaan pandangan yang belum diakomodasi, namun pimpinan justru bersikeras membawa hasil tersebut langsung ke Pemerintah Provinsi di Banda Aceh tanpa ruang musyawarah lebih lanjut.

Suasana ruang sidang kian mencekam saat adu argumen tidak lagi terbendung. Dalam momen yang mengejutkan, Ketua DPRK turun dari kursi pimpinan dan terlibat cekcok mulut sengit dengan sejumlah anggota dewan di lantai sidang.

Bacaan Lainnya

Mirisnya, drama ini terjadi tepat di hadapan unsur Forkopimda yang hadir, termasuk Bupati Aceh Singkil, Kapolres, dan Ketua MPU. Para petinggi daerah tersebut hanya bisa menyaksikan dinamika yang dianggap tidak kondusif dan mencoreng marwah lembaga legislatif.

Puncak kekecewaan terjadi ketika Ketua DPRK memutuskan untuk walk out (meninggalkan ruangan) tanpa melakukan prosesi penutupan sidang secara resmi sesuai Tata Tertib (Tatib) dewan. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap etika kelembagaan dan penghinaan terhadap tamu undangan penting yang hadir.

Kritik tajam kini mengalir deras. Banyak pihak menyayangkan mekanisme pengambilan keputusan yang terkesan dipaksakan secara sepihak tanpa menjunjung prinsip transparansi.

Masyarakat dan unsur daerah kini mendesak Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk segera mengusut tuntas insiden ini. Harapannya, ada evaluasi menyeluruh agar marwah parlemen Aceh Singkil kembali pulih dan proses pengambilan kebijakan publik ke depan dapat berjalan lebih bermartabat serta murni demi kepentingan rakyat.[]

Laporan: Kh Berutu.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *