Pemkab Bantaeng Salurkan 2,5 Ton Benih Unggul, Targetkan Kemandirian Benih 2028

T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE โ€ข INFORMASI LINTAS DAERAH โ€ข MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID โ€ข Menyajikan BERITA TERKINI โ€ข UNGKAP FAKTA โ€ข SOROT โ€ข KASUS โ€ข Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya โ€ข Tegas, Jujur, dan Berintegritas โ€ข Sorot Fakta Tanpa Kompromi โ€ข Mengungkap Fakta Demi Kebenaran โ€ข Fakta Bicara, Kami Menyuarakan โ€ข Suara Fakta untuk Keadilan
โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€

Bantaeng-tipikorinvestigasinews.id-ย Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyalurkan 2,5 ton benih padi unggul kepada petani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian, Kamis (16/4/2026).

Penyaluran benih dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di UPTD Balai Benih Ketahanan Pangan, Desa Biangkeke, Kecamatan Paโ€™jukukang.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan kemandirian benih berbasis teknologi yang telah dimulai sejak 2025 dan berlanjut pada 2026.

Bacaan Lainnya

โ€œBantaeng diarahkan menjadi kabupaten mandiri benih. Tahun ini kita mulai distribusi langsung ke petani,โ€ ujar Fathul.

Ia menjelaskan, penyaluran benih dilakukan dengan takaran sekitar 25 kilogram per hektare, terdiri dari delapan varietas padi unggul. Program ini dinilai membantu petani, terutama dari sisi kualitas benih yang lebih baik.

Berdasarkan hasil sebelumnya, penggunaan benih unggul mampu meningkatkan produktivitas panen hingga 6โ€“8,6 ton per hektare.

Pemkab Bantaeng menargetkan kebutuhan benih untuk seluruh wilayah dapat terpenuhi secara mandiri pada 2028. Produksi benih secara massal akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Petani penerima bantuan, yang tergabung dalam kelompok tani dan KTNA, diminta rutin melaporkan perkembangan tanaman kepada penyuluh lapangan. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan varietas yang paling sesuai dengan kondisi lahan di tiap wilayah.

โ€œKondisi tanah tiap daerah berbeda, ะฟะพัั‚ะพะผัƒ kita perlu melihat varietas mana yang paling cocok sebelum diproduksi massal,โ€ jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kemarau panjang tahun ini sebagaimana prakiraan BMKG. Dinas Pertanian diminta segera berkoordinasi dengan petani, khususnya di lahan tadah hujan, untuk mengatasi risiko kekurangan air.

Selain penyaluran benih, Bupati turut meluncurkan inovasi โ€œLamung Bineโ€ (Layanan Mandiri Benih Unggul Berbasis Teknologi). Layanan ini dirancang untuk mempermudah akses informasi, distribusi benih, serta menjamin mutu dan kemurnian varietas.

Pemerintah berharap inovasi tersebut dapat mendorong petani meningkatkan hasil produksi sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Pewarta: Basri

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
โš–๏ธ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *