Gowa- tipikorinvestigasinews.id -Kondisi rumah sangat memprihatinkan, selain sempit, kondisi atap rumah saat musim. Hujan air masuk melalui lubang-lubang atap seng yang sudah tua alias kropos.
Beralaskan lantai semen dan berdinding “gamacca” Dari bambu, Ansar dg Tawang bersama istri dan kedua anaknya harus rela hidup dalam kondisi apa adanya.

Maklum Pekerjaan suami hanya pembuat batu merah yang butuh modal yang tak sedikit, jadi terpaksa hutang duluan nanti habis bakar batu bata menjadi batu merah baru di bayar lunas Ada istilah gali lubang tutup lubang itulah kondisi kehidupan Ansar dg Tawang, sungguh miris dan menyayat hati apa menimpa keluarga ini, beruntung Ansar dg Tawang tinggal tidak jauh dari rumah saudara istri dan mertuanya alias berdampingan sehingga mereka sering membantu disaat dirinya kesusahan dari kebutuhan hidup.
Usaha membuat batu bata praktis baru di mulai sekarang karena 4 bulan terakhir musim musim hujan, praktis tidak ada aktivitas.
Kepada awak media Ansar dg tawang mengungkapkan bahwa rumahnya seringkali di photo untuk katanya mendapatkan bantuan dari pemerintah dan sampai hari ini bantuan tersebut tidak kunjung datang.
Ansar dg Tawang bersama istri dan kedua anaknya hanya bisa bersabar sembari berusaha sambil berdoa agar kondisi ekonomi dan rumah ditempati saat ini bisa diperbaiki.(Syarif Lawa)








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L