Pidie Jaya,ย tipikorinvestigasinews.id –ย Rabu, 30 April 2025 โRasa duka menyelimuti Desa Jeulanga Barat, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, atas wafatnya Tgk.
M. Saleh bin Puteh, seorang tokoh agama yang dihormati oleh masyarakat setempat.
Di tengah suasana haru dan kesedihan itu, hadir sosok yang telah lama menjadi simbol kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat โ Bunda Hj. Asmawati Sibral.

Istri dari Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malaysy, MA, S.Sos, ME, ini datang langsung ke rumah duka bersama rombongan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Bunda Hj. Asmawati di rumah almarhum bukanlah hal yang mengejutkan bagi masyarakat.
Sebab, ia dikenal sebagai pribadi yang senantiasa hadir dalam setiap momen penting masyarakat, baik dalam suasana bahagia maupun dalam masa-masa duka.
Di rumah duka, Bunda Hj. Asmawati disambut oleh keluarga almarhum dengan penuh haru.
Dalam suasana penuh keheningan dan doa, beliau menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Tgk. M. Saleh bin Puteh.
Beliau juga mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.
Tgk. M. Saleh bin Puteh dikenal sebagai ulama yang sederhana, namun berpengaruh di lingkungan sekitarnya.
Beliau aktif membimbing masyarakat dalam nilai-nilai keagamaan, serta menjadi sosok panutan dalam kehidupan sosial dan spiritual.
Wafatnya beliau menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Jeulanga Barat dan sekitarnya.
Kehadiran Bunda Hj. Asmawati yang akrab disapa โBundaโ ini memberikan ketenangan tersendiri bagi warga.
Sosoknya yang ramah, rendah hati, dan penuh kasih sayang telah lama dikenal dekat dengan masyarakat.
Dalam setiap langkahnya, Bunda selalu mengedepankan nilai-nilai kepedulian, kasih sayang, dan empati yang tulus kepada semua lapisan masyarakat.
โSetiap ada warga yang berduka, Bunda selalu datang. Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan,โ ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Tak hanya datang dan menyampaikan doa, Bunda juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi ujian kehidupan.
Momen takziah ini kembali memperlihatkan bahwa kepemimpinan yang humanis dan merakyat bukan hanya dilihat dari kebijakan dan program.
Tetapi juga dari ketulusan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dan itulah yang selama ini ditunjukkan oleh Bunda Hj. Asmawati Sibral.
Melalui takziah ini, masyarakat kembali merasakan kehangatan dan perhatian seorang Ibu yang benar-benar hadir, mendengar, dan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya.
Liputan syarli aceh
Editor: Delis








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L