SUMUT | Kabupaten Nias, tipikorinvestigasinews.id – Dugaan penyalahgunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat. Kali ini terjadi di SD Negeri 071002 Lolowua, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, sebagaimana terungkap dari hasil pemantauan lapangan Tim Investigasi Nasional pada Senin, 30 Maret 2026.
Berdasarkan dokumentasi dan hasil observasi di lokasi, kondisi fisik bangunan sekolah tampak memprihatinkan. Beberapa bagian atap terlihat rusak dan berlubang, plafon mengalami kerusakan, serta fasilitas pendukung lainnya tidak terawat. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana BOS tidak dilaksanakan secara optimal atau tidak tepat sasaran.

Padahal, Dana BOS setiap tahunnya dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk mendukung operasional sekolah, termasuk:
– Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
– Penyediaan alat pembelajaran
– Kegiatan administrasi dan operasional lainnya
Melihat kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara realisasi anggaran dengan kondisi riil di lapangan.
Dugaan Pelanggaran Regulasi
Pengelolaan Dana BOS diatur secara ketat dalam:
– Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Permendikbudristek) Nomor 63 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS
– Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
– Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa:
– Penggunaan Dana BOS harus transparan dan akuntabel
– Dilarang adanya penyimpangan atau penggunaan untuk kepentingan pribadi
– Setiap kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun fisik
Apabila terbukti terjadi penyalahgunaan anggaran, maka dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara dan denda sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Desakan Pemeriksaan oleh APH
Atas temuan ini, Tim Investigasi Nasional mendesak:
– Dinas Pendidikan Kabupaten Nias
– Inspektorat Daerah
– Aparat Penegak Hukum (APH), seperti Kejaksaan dan Kepolisian
untuk segera melakukan audit, pemeriksaan, dan penelusuran terhadap penggunaan Dana BOS di SD Negeri 071002 Lolowua.
Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pengelolaan anggaran di tingkat satuan pendidikan diharapkan dapat memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik guna menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Penutup
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut hak peserta didik dalam memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana BOS merupakan kunci utama dalam menjaga integritas dunia pendidikan.
Tim Investigasi Nasional menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan hasil investigasi lapangan dan informasi yang dihimpun oleh Tim Investigasi Nasional. Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait, termasuk kepala sekolah SD Negeri 071002 Lolowua, belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pers.
Tim Investigasi Nasional
Reporter: Korwilnas, Bz. Zebua
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________