Limapuluh kota, Sumbar – tipikorinvestigasinews.id – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0306 50 Kota Letkol Inf. Ucok Namara, S.I.P dalam Konferensi Pers di Makodim (Tanjung Pati) Selasa 31/3 tegaskan peran TNI dalam Pembangunan Jembatan Gantung Jorong Ateh Koto Nagari Sungai Rimbang.
Pada kesempatan tersebut Dandim menyebut bahwa Pembangunan Jembatan Gantung merupakan peran serta TNI-AD dalam membantu masyarakat dilanda kesulitan akses akibatnya putusnya Jembatan Gantung yang dihantam air bah pada akhir tahun 2025 yang lalu.
“Kami dapat Perintah Tugas dari Mabes AD (Kasad) untuk membangun Jembatan Gantung yang merupakan Urat Nadi Transportasi Bagi 100-an KK di Jorong Ateh Koto” Kata Letkol Ucok dalam Keterangannya dihadapan media.
“Walau setiap Penugasan kami “diharamkan” untuk gagal, Namun untung tak dapat diraih malang tak bisa ditolak, Cantolan Tali Sling itu Lepas hingga membawa jembatan jatuh dan orang-orang yang sedang berada diatasnya” Tukuknya.
“Walaupun juga ini diluar ekspektasi kami, tapi sebagai prajurit kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dan kami memohon maaf atas kecelakaan kerja yang menimpa Prajurit dan warga yang kebetulan sedang berada diatas jembatan” imbuh Ucok.
Pada Kesempatan yang sama, Pasi Intel Kodim 0306 50 Kota Letda Czi. Johan Harefa sebagai Penanggung Proyek Pembangunan mengatakan,
“Tugas Pembangunan Jembatan ini sesuai dengan UU TNI No.34 tahun 2004 tentang ancaman membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa” Katanya.
“Terutama dalam menjaga keselamatan segenap bangsa untuk itu kami membangunkan jembatan untuk membuka kembali kemerdekaan akses lalu lintas mereka” imbuh Johan.
Pasi Intel juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang mengatakan TNI telah lalai dalam menjaga kualitas material,
“Tidak benar kami menurunkan kwalitas material (Sling dan Vans Kraft), saat itu jembatan masih dalam tahap pengerjaan dan dalam pengerjaan kami juga telah melibatkan Ahli Tekhnis dari Dinas PUPR Limapuluh Kota, tetapi tetap terjadi kecelakaan yang telah menyebabkan cedera beberapa Prajurit dan Warga” tambahnya.
“Untuk Korban luka-luka sudah kami bawa berobat ke sentral-sentral pengobatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat” tukuknya.
Pasi Intel juga memohon do”a Masyarakat untuk dapat menyelesaikan Pembangunan Jembatan Ateh Koto sehingga akses masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar.
( Sukrianto )







____________________________________________
