Sumba,Barat Daya NTT,tipikorinvestigasinews.id–
Sebuah keprihatinan mendalam menyelimuti kehidupan sekitar 350 Kepala Keluarga (KK) di Desa Bondo Delo, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya. Di tengah kekayaan alam berupa mata air yang melimpah dengan kedalaman mencapai 1,5 meter dan debit air yang stabil sepanjang tahun, ribuan warga di desa ini justru masih kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam investigasi lapangan yang dilakukan oleh Media Tipikor Investigasi News.Id pada Rabu (08/04/2026), ditemukan fakta pahit bahwa sumber air yang berada tepat di wilayah hukum Desa Bondo Delo ini justru telah berhasil dialirkan dan dinikmati oleh warga dari dua desa tetangga selama bertahun-tahun, yakni Desa Taramata dan Desa Ekapata. Sementara itu, warga Bondo Delo sendiri hanya bisa menjadi “penonton” di tanah mereka sendiri.
Terhalang Medan dan Keterbatasan Anggaran
Sekretaris Desa Bondo Delo, Dominggus Tenda Baga, menjelaskan bahwa letak geografis menjadi penghalang utama. Lokasi mata air berada di area yang cukup dalam dan curam, sementara pemukiman warga berada di dataran yang lebih tinggi.
“Kami memiliki mata air yang sangat besar, tetapi untuk menyalurkannya ke masyarakat, kami tidak memiliki anggaran yang memadai. Kondisi alam yang mendaki membuat kami sangat kesulitan menaikkan air ke desa tanpa dukungan infrastruktur pompa yang mumpuni,” ujar Dominggus.
Menurutnya, Desa Taramata dan Ekapata bisa menikmati air tersebut karena posisi geografis mereka lebih rendah sehingga air bisa mengalir secara gravitasi (alami) tanpa butuh pompa. Selain itu, pengaliran tersebut juga telah dilakukan melalui mekanisme kesepakatan atau izin resmi antar desa. Namun, bagi Bondo Delo, biaya teknis untuk menaklukkan medan yang mendaki tersebut jauh melampaui kemampuan Dana Desa yang ada saat ini.
Harapan Besar pada Pemerintah dan BWS.
Kondisi ini menjadi sebuah ironi yang mendesak untuk segera diselesaikan. Pihak Pemerintah Desa Bondo Delo secara terbuka mengetuk pintu hati Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Pemerintah Provinsi NTT, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) agar turun tangan memberikan bantuan teknis dan pendanaan pembangunan infrastruktur.
“Harapan kami, pemerintah bisa melihat langsung keadaan kami di Bondo Delo. Kami sangat membutuhkan bantuan berupa instalasi pompa dan perpipaan agar air yang melimpah ini tidak hanya lewat, tapi benar-benar bisa masuk ke rumah-rumah warga kami,” lanjut Dominggus.
Warga berharap, dengan publikasi ini, mata air yang menjadi urat nadi kehidupan tersebut tidak lagi hanya menjadi pemandangan yang menyakitkan hati, melainkan menjadi berkah nyata yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Bondo Delo tanpa terkecuali.
“Saya mengucapkan terima kasih dari desa terpencil untuk kebaikan masyarakat kami,” tutupnya dengan penuh harap.
(Reporter: Gunter Guru Ladu Meha).
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________