Lampung Tengah
(Prov Lampung) tipikorinvestigasinews.Id
Senin 02 Februari 2026 – Polres Lampung Tengah melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Krakatau 2026 di lapangan apel Mapolres setempat, pada Senin (2/2/26) pagi.
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Lampung Tengah, Kompol Heru Sulistyananto, S.H., M.H., mewakili Kapolres, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H dan turut dihadiri oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, serta Jasa Raharja.
Kegiatan ini menjadi wujud kesiapan Polres Lampung Tengah bersama instansi terkait dalam menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam apel tersebut, Wakapolres Lampung Tengah menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP sebagai simbol dimulainya Operasi Keselamatan Krakatau 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Membacakan amanat Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H, Kompol Heru Sulistyananto menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung agar pelaksanaan operasi berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga operasi dapat berjalan secara maksimal dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Wakapolres membacakan amanat Kapolda Lampung.
Lebih lanjut, Operasi Keselamatan Krakatau 2026 mengusung tema Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Operasi ini dilaksanakan secara serentak dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, operasi mengedepankan pola 40 persen kegiatan preemtif, 40 persen preventif, serta 20 persen penegakan hukum melalui tilang elektronik (ETLE) dan teguran.“Tujuan utama operasi ini adalah membangun budaya tertib berlalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama,” tegas Wakapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres menjelaskan bahwa terdapat sembilan sasaran prioritas dalam pelaksanaan
Operasi Keselamatan Krakatau 2026, yakni:
1. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
2. Kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
3. Penggunaan sirene, rotator, dan strobo yang tidak sesuai peruntukannya.
4. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.
5. Kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan atau travel ilegal.
6. Kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut orang.
7. Kendaraan angkutan penumpang yang tidak laik jalan.
8. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar SNI atau berboncengan lebih dari satu orang.
9. Kendaraan wisata yang parkir di bahu jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Wakapolres menegaskan, penertiban terhadap sasaran prioritas tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis, namun tetap disertai penegakan hukum secara tegas dan terukur guna meningkatkan kesadaran serta keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.
Selain itu, sasaran lainnya meliputi kendaraan pribadi yang digunakan sebagai travel ilegal, kendaraan angkutan barang yang mengangkut orang, kendaraan penumpang yang tidak laik jalan, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar SNI atau berboncengan lebih dari satu orang, serta kendaraan wisata yang parkir di bahu jalan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Wakapolres pun mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan operasi dengan mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi administrasi kendaraan seperti SIM dan STNK, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Usai apel gelar pasukan, Wakapolres Lampung Tengah memberikan penekanan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
“Saya tekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan keselamatan, menghindari tindakan kontraproduktif, serta menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” demikian pungkasnya.
Pewarta :Suherman Marthas.
(Tipikor Investigasi News)








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L