Tenggarong, tipikorinvestigasinews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini ditunjukkan melalui peninjauan langsung Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Selasa (6/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Kukar didampingi Anggota DPRD Kukar H. Doni Ikhwan (NasDem) dan Hendra (Gerindra), Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Dr. H. Sunggono, Camat Kota Bangun Abdul Karim, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rombongan disambut langsung oleh Sandi Risqy, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memaparkan perkembangan kesiapan SPPG Kota Bangun Ilir. Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG tersebut telah memasuki tahap akhir survei lapangan dan tinggal menunggu penetapan Kepala SPPG sebagai tahapan berikutnya.
“SPPG ini diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026, dengan sasaran penerima manfaat sekitar 2.600 siswa-siswi, yang saat ini masih dalam proses pendataan,” ungkap Sandi.
Lebih lanjut, Sandi menjelaskan bahwa SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat edukasi gizi, layanan informasi kesehatan, serta wadah pertemuan antara petani, peternak, dan nelayan lokal dengan penyedia bahan pangan. Konsep ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus menjamin ketersediaan bahan makanan segar dan berkualitas.
Dari sisi sumber daya manusia, inti pengelola SPPG terdiri dari tiga personel utama, yakni Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan tenaga Akuntansi. Selain itu, pada tahap awal akan melibatkan 21 relawan yang direkrut dari masyarakat sekitar. Para relawan ini akan dibagi ke dalam beberapa tim, mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan dan memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan.
Untuk wilayah Kecamatan Kota Bangun, saat ini telah berdiri dua SPPG berbasis aglomerasi. Secara keseluruhan, Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan 72 SPPG, dengan 22 SPPG di antaranya telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan.
Di sela-sela peninjauan, Wakil Bupati Kukar H. Rendi Solihin menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh persiapan program MBG berjalan sesuai rencana, baik dari sisi sarana dan prasarana, mekanisme operasional, maupun kesiapan sumber daya manusia.
“Program Makanan Bergizi Gratis merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan,” ujar Rendi Solihin.
Ia menekankan bahwa kualitas makanan, standar gizi, serta aspek kebersihan dan keamanan pangan menjadi perhatian utama Pemkab Kukar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami tidak hanya fokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi seimbang dan higienitas. Persiapan dapur, distribusi, hingga kualitas sajian harus benar-benar matang agar program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Wabup Kukar juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, mulai dari jajaran OPD, pengelola SPPG, hingga mitra pendukung, yang telah bekerja maksimal dalam menyiapkan pelaksanaan program MBG. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi kelancaran dan keberlanjutan program di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. Red








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L