Weetobula, tipikorinvestigasinews.id. Paroki Roh Kudus Weetobula, hari ini jumat 10/10/25, sekira pukul 10 pagi wita, melaksanakan Pemberkatan nikah masal. Sebelum dilaksanakan Pemberkatan nikah. Para calon nikah, oleh Gereja di berikan kursus pernikahan biasanya dilaksanakan dua atau tiga bulan.
Namun Dalam kursus pernikahan kali ini yang dilaksanakan oleh Gereja katederal Weetobula hanya berlaku dua minggu ditambah penguman di gereja selama tiga minggu. Praktis lima minggu.
Dalam homilinya Romo Titus Djago,Pr mengatakan jangan menipu kepada Gereja. Mengapa sebab banyak umat menikah motivasinya hanya untuk mendapatkan sertifikat Pernikahan dengan tujuan untuk memudahkannya pengurusan Kartu Keluarga, untuk mendapatkan PKH atau Bansos.
Minggu pertama masih lengkap datang ke Gereja, minggu kedua yang datang setengah, minggu ketiga yang datang gereja tinggal seperempat, minggu ke empat yang datang gereja muka yang sama sedangkan mereka yang menerima sakramen Pernikahan mukanya sudah hilang, Ujar Romo Titus Djago Pr.

Lanjutnya lagi, sebagai Hakim Tribunal Keuskupan Weetobula, ada banyak surat yang masuk kepadanya terkait masalah yang dihadapi oleh setiap Keluarga katolik di Keuskupan Weetobula.
Ada 30 kasus yang yang terima oleh Hakim Tribunal! Dengan nguyon, romo meminta pasangan Nikah untuk tidak membuatnya pusing mengurus percerain.
Sambil mengutip Surat Santo Paulus, terkait Pernikahan, Romo Djago Pr, meminta agar taat dan patuhi apa yang dikatakan oleh kitab Suci bahwa Istri harus tunduk kepada suami namun dengan nguyonannya lagi Romo Titus menuturkan, Istri tunduk yang bagaimana dulu! Kalau Suami rajin Bekerja, rajin cari Nafkah untuk keluarga, rajin berdoa, rajin ke gereja pastilah istri mengatakan siap Paksu!.
Demikian juga Suami harus mengasihi Istri sebagaimana kristus sebagai kepala Gereja mencintai jemaatnya, Tandas romo Titus.
Salah satu Pasangan Nikah yang dikonfirmasi, (10/10/25)sekira pukul 12 wita, Ferdinandus A. Kii (30) mengatakan selama mengikuti kursus pernikahan ada banyak materi kursus yang diberikan oleh Romo dan dewan Pastoral Keuskupan Weetobula.
Antara lain, tentang kesehatan, hukum Negara dan hukum gereja tentang pernikahan. Bagaimana membina Hubungan Suami Istri yang harmonis. Dan materi cara mengola ekonomi keluarga.
Dalam hal ini saya bersyukur dengan mengikuti Kursus Pernikahan ini, bisa menambah wawasan. Dan saya tertarik soal materi bagaimana mengelola ekonomi keluarga. Dimana dalam keluarga tidak boleh ada dua bendahara.
Tujuannya adalah untuk mencegah pengeluaran yang tak teratur. Contoh karena dua bendahara, begitu keluarga istri datang dirumah minta bantuan istri membantu keluarganya demikian juga Sang suami. Ungkap Ferdinand kepada media ini.
Ada 18 Pasangan Nikah yang menerima sakramen Pernikahan suci di Paroki Roh Kudus Weetobula. 18 Pasangan ini di berkati oleh (5)lima orang Imam.
Di pimpin langsung oleh Pastor Paroki Roh Kudus Weetobula, Romo Louis Pr, pastor pembantu Paroki Katedral Weetobula, Romo Tibo, Pastor Ketua Hakim Tribunal Keuskupan Weetobula, Romo Titus Djogo,Pr, serta dibantu dua Imam projo Keuskupan Weetobula.
Pernikahan Kudus ini berlangsung dengan hikmat dengan dimeriahkan oleh Koor dari Paroki Santo Alfonsus Kererobo(Kalpan).
Pewarta: Joseph Kalumbang.







____________________________________________
