Sumbar’ Payakumbuh, tipikorinvestigasinews.id -Sebuah kejanggalan ditemukan dalam berita klarifikasi Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terkait tudingan praktik “kongkalikong” dalam pengadaan barang dan jasa. Foto yang digunakan dalam berita tersebut diduga tidak relevan dengan isi berita, menimbulkan pertanyaan tentang maksud di balik penyajian informasi tersebut.
Sebelumnya, Pemko Payakumbuh menepis tudingan adanya intervensi dalam proses tender, mengklaim seluruh tahapan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Klarifikasi ini disampaikan menyusul isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan permainan dalam tender dan proyek fisik pemerintah.
Namun, foto yang ditampilkan dalam berita tersebut menunjukkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Payakumbuh, Kurniawan Syahputra, sedang bersilaturahmi ke balai wartawan. Sumber terpercaya menyatakan bahwa dalam kunjungan tersebut, tidak ada pembahasan mengenai isu tender atau proyek pemerintah.
“Foto itu diambil saat silaturahmi biasa, tidak ada hubungannya dengan klarifikasi soal tudingan kongkalikong. Ini aneh, kenapa foto itu yang dipakai,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kejanggalan ini menimbulkan spekulasi bahwa Pemko Payakumbuh mungkin berupaya memanipulasi persepsi publik dengan menampilkan foto yang tidak relevan. Penggunaan foto silaturahmi tersebut bisa jadi bertujuan untuk memberikan kesan positif dan membangun citra baik di mata masyarakat, meskipun substansi berita yang disampaikan sedang dalam sorotan.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Kurniawan Syahputra belum memberikan tanggapan resmi. Namun, beberapa pihak mendesak agar Pemko Payakumbuh memberikan penjelasan terkait penggunaan foto yang tidak sesuai konteks tersebut.
“Pemerintah seharusnya memberikan informasi yang akurat dan relevan. Penggunaan foto yang tidak sesuai justru menimbulkan ketidakpercayaan dan spekulasi negatif,” kata seorang tokoh masyarakat Payakumbuh.
Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi informasi dan kehati-hatian dalam penyajian berita, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti dugaan korupsi atau penyimpangan dalam pemerintahan. Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada klaim yang tidak didukung oleh bukti yang jelas.
( Mahwel )







____________________________________________
