Serdang Bedagai’ Sumut, tipikorinvestigasinews.id-Malam semakin larut, jarum jam menunjukkan pukul 11 malam (28/11). Saat sebagian warga mulai terlelap, Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir. Indra Syahputra, justru melangkah keluar dari rumahnya.
Dengan senter di tangan, beliau menyusuri jalan desa yang telah berubah menjadi aliran air kecokelatan akibat banjir yang semakin meningkat.
Monitoring tengah malam ini dilakukan bersama para Kepala Dusun, yang turut memeriksa setiap titik rawan. Ketua BPD Desa Pekan Tanjung Beringin, Supriadi Azhar, juga hadir mendampingi, memperlihatkan soliditas pemerintah desa dalam menghadapi kondisi darurat.
Banjir kali ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, diperparah dengan luapan air sungai yang tidak lagi mampu menahan volume aliran.
Hingga malam ini, banjir telah merendam sembilan dusun, menimpa 1.051 KK dan 3.264 jiwa. Namun data tersebut diperkirakan akan bertambah, karena debit air terus meningkat dari waktu ke waktu.
Di tengah gelap malam dan udara yang dingin, Kepala Desa Indra Syahputra tetap memberikan imbauan kepada masyarakat.
> “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjauhkan alat-alat elektronik dari genangan air. Keselamatan keluarga harus diutamakan dalam situasi seperti ini,” ujarnya penuh kehati-hatian.
Warga yang masih berjaga keluar dari rumah, sebagian memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi, sebagian lainnya terlihat gelisah melihat air yang terus naik. Namun kehadiran perangkat desa membawa secercah ketenangan di tengah kecemasan.
Ketua BPD, Supriadi Azhar, turut menegaskan komitmen pemerintah desa.
> “Air masih bisa naik kapan saja. Karena itu, kami akan terus memantau, bahkan hingga larut malam. Kami berharap warga tetap tenang dan segera menghubungi perangkat desa jika membutuhkan pertolongan,” ucapnya dengan nada empati.
Rombongan monitoring menyusuri Dusun I hingga Dusun IX, memastikan tidak ada rumah yang terlewat dari pendataan.
Ketinggian air dicatat, kondisi warga diperiksa, dan hasil monitoring direncanakan segera disampaikan kepada BPBD Kabupaten Serdang Bedagai untuk percepatan bantuan.
Di balik dinginnya malam dan derasnya air yang terus menggenang, langkah para perangkat desa tidak pernah surut. Mereka terus berjalan menyusuri banjir, membawa harapan bagi warga yang resah.
Malam itu, Desa Pekan Tanjung Beringin bukan hanya menghadapi bencana—tetapi juga menyaksikan sebuah kebersamaan: pemerintah desa dan warga berdiri saling menguatkan.
Dalam situasi yang tidak menentu, satu hal tetap pasti: mereka tidak sendirian, karena pemerintah desa akan terus bekerja tanpa mengenal waktu demi keselamatan seluruh masyarakat.
(Supriadi Azhar)







____________________________________________
