Aceh Timur,tipikorinvestigasinews.id – Kehadiran Badan Gizi Nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur, menjadi tumpuan vital bagi masyarakat di tengah masa sulit. Meski fasilitas dapur SPPG Lokop ikut menjadi korban terdampak musibah banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, komitmen pelayanan kepada warga tetap tidak tergoyahkan. Kamis, 18 Desember 2025.
Pasca-bencana, ancaman krisis pangan dan penurunan kualitas gizi menjadi tantangan nyata bagi warga terdampak. Menanggapi situasi ini, SPPG Serbajadi tetap beroperasi dan berkomitmen penuh untuk mendistribusikan bantuan serta pelayanan gizi bagi masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kebutuhan dasar pangan warga, terutama kelompok rentan, tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan.
“Walaupun infrastruktur dapur kami terkena dampak banjir bandang, misi kemanusiaan dan pemenuhan gizi nasional tidak boleh terhenti. Kami terus berupaya menjadi topangan bagi masyarakat Lokop agar tidak terjadi krisis pangan berkelanjutan,” ujar perwakilan pengelola SPPG di lokasi.

Kehadiran SPPG di tengah bencana ini membuktikan peran strategis Badan Gizi Nasional dalam merespons cepat situasi darurat. Selain menyalurkan makanan, keberadaan satuan ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang menjaga agar standar gizi masyarakat tidak merosot akibat akses logistik yang sempat terputus.
Komitmen yang ditunjukkan oleh SPPG Serbajadi Lokop mendapat apresiasi dari warga setempat. Di saat akses ekonomi dan sumber pangan mandiri terganggu akibat banjir, kehadiran layanan gizi ini menjadi solusi nyata dalam menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat Aceh Timur di masa pemulihan bencana.
Sudirman: Wartawan Aceh Timur







____________________________________________
