Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui serangkaian diskusi strategis merancang sebuah cetak biru ambisius untuk Alun-alun Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil. Rencana pengelolaan dan penataan komprehensif ini secara khusus didedikasikan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, dengan target implementasi yang mulus dan sukses pada Rabu, 31 Desember 2025. Inisiatif ini digadang-gadang akan menjadi jantung ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru di kawasan tersebut.

Pertemuan penting yang mengukuhkan komitmen ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci dari berbagai lintas sektor. Hadir dalam diskusi perencanaan yang berlangsung intensif tersebut antara lain:

Bapak Syurqani, S.E., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang menekankan pentingnya sinergi antara pengembangan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Bapak Sabran, S.E., Sekretaris DLH, yang turut memberikan masukan teknis terkait aspek penataan dan kebersihan.
Bapak Khairuddin, S.E., Camat Singkil, yang mewakili suara masyarakat dan memastikan rencana ini sejalan dengan kebutuhan lokal.
Bapak Juardin, S.P., Kepala Bidang Pariwisata, yang melihat potensi besar Alun-alun Pulo Sarok sebagai ikon pariwisata baru.
Serta perwakilan dari Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam (PSI) dan Wilayatul Hisbah (WH) Satpol PP dan WH, yang akan memastikan ketertiban dan kepatuhan terhadap norma yang berlaku di area publik tersebut.

Diskusi ini berfokus pada berbagai aspek krusial, mulai dari tata letak stan UMKM yang ergonomis dan estetik, fasilitas pendukung seperti toilet umum dan area parkir yang memadai, hingga program-program pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku UMKM. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif, menarik pengunjung, dan sekaligus mengangkat produk-produk lokal khas Aceh Singkil ke panggung yang lebih luas.

Bapak Syurqani, S.E., M.M., dalam paparannya, mengungkapkan optimisme bahwa dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Alun-alun Pulo Sarok tidak hanya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya yang dinamis bagi seluruh masyarakat. “Kami ingin alun-alun ini menjadi etalase bagi kreativitas UMKM kita, tempat di mana produk-produk lokal bersinar, dan sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” ujarnya.

Rencana induk ini diharapkan akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas lokal Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil secara keseluruhan. Dengan visi yang jelas dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, masa depan UMKM di Aceh Singkil tampak semakin cerah.{*}







____________________________________________
