Mamasa, http://tipikorinvestigasinews.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul fenomena kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Kondisi cuaca dengan curah hujan yang sangat rendah menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, mengeringnya lahan pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 30 Juni 2026
Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Mamasa, Alfredi, mengatakan bahwa masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan, diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan saat musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Kondisi kemarau dan angin kencang sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Mamasa juga mengajak masyarakat menggunakan air bersih secara bijak dan hemat mengingat debit sejumlah sumber air mulai menurun. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau posko penanggulangan bencana apabila mengalami krisis air bersih atau menemukan titik api di wilayahnya.
Kemarau panjang juga berdampak pada menurunnya debit Sungai Mamasa yang selama ini menjadi salah satu sumber utama irigasi bagi areal persawahan di Kabupaten Mamasa. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi produktivitas sektor pertanian apabila berlangsung dalam waktu yang lama.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat, termasuk penyaluran bantuan bagi wilayah yang terdampak kekeringan.
(Darman Ardi/Sulsel)/ Editor Delis







____________________________________________
