Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Singkil bergerak cepat memastikan hak-hak warga terdampak bencana banjir dan longsor terpenuhi dengan akurasi tinggi. Di bawah komando Kepala Dinas Sosial, Ali Hasmi Pohan, A.KS, M.Si., instansi ini melakukan sinkronisasi ketat terhadap data By Name By Address (BNBA) guna menjamin bantuan tepat sasaran dan bebas dari tumpang tindih.
Langkah ini merupakan implementasi langsung dari Peraturan Menteri Sosial No. 4 Tahun 2026 tentang perubahan kedua atas Permensos No. 5 Tahun 2015.

Penajaman data dilakukan dengan mengolaborasi laporan dari seluruh Kepala Desa yang kemudian diverifikasi ulang melalui temuan faktual di lapangan.
Tiga Pilar Pemulihan Pascabencana
Ali Hasmi Pohan menjelaskan bahwa validasi data BNBA ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan instrumen vital untuk mengklasifikasikan bantuan ke dalam tiga kategori utama:
Jaminan Hidup (Jadup): Garansi ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar bagi keluarga agar ketahanan logistik mereka tetap terjaga pasca-masa darurat.
Bantuan Isian Rumah: Kompensasi atas kerusakan atau hilangnya aset rumah tangga, guna membantu warga menata kembali kelayakan hunian mereka.
Stimulan Ekonomi: Suntikan modal dan penyediaan sarana usaha untuk memulihkan denyut nadi perekonomian warga yang sempat lumpuh akibat bencana.

605 KPM Terima Bantuan Tahap I Melalui Kantor Pos
Realisasi konkret dari pendataan ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga saat ini, penyaluran bantuan nyaris memasuki garis finis untuk gelombang pertama.
“Alhamdulillah, koordinasi intensif di lapangan membuahkan hasil. Untuk tahap pertama, sebanyak 605 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hampir semua telah menerima hak mereka. Penyaluran dilakukan secara transparan melalui Kantor Pos Singkil Cabang Tapaktuan,” tegas Ali Hasmi Pohan.
Langkah proaktif Dinsos Aceh Singkil dalam mengumpulkan data BNBA dari tingkat desa menjadi standar baru dalam tata kelola bantuan sosial di daerah. Dengan sinkronisasi ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memastikan bahwa bantuan yang dikucurkan tidak hanya sekadar sampai, tetapi benar-benar menyentuh warga yang memiliki tingkat kerugian paling signifikan.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat, namun juga tidak ada data ganda. Integritas data adalah kunci agar pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Singkil berjalan akseleratif,” pungkasnya.
Laporan: Khalikul Sakda.







____________________________________________