BERAU,tipikorinvestigasinews.id–
Konflik hubungan industrial antara pekerja dan manajemen PT Berau Karetindo Lestari (PT BKL) belum menemukan titik terang. Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) 1992 Kabupaten Berau resmi mengumumkan akan menggelar aksi damai besar-besaran yang dimulai pada Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.
Keputusan ini diambil setelah upaya mediasi bipartit maupun tripartit yang difasilitasi Disnaker dan Polres Berau dinilai gagal, serta belum adanya solusi konkret dari perusahaan terhadap 15 poin tuntutan yang diajukan.
Berdasarkan surat pemberitahuan, aksi akan dilaksanakan dalam dua gelombang:
• Gelombang Pertama (1 Mei 2026): Sekitar 1.000 buruh akan bergerak menuju Kantor DisnakerTrans, Kantor Bupati, dan DPRD Berau. Tujuannya mendesak pemerintah dan legislatif memberikan sanksi tegas terkait dugaan pengabaian hak normatif pekerja.
• Gelombang Kedua (4–9 Mei 2026): Aksi berlanjut selama enam hari berturut-turut di depan Kantor dan Pabrik PT BKL. Mobilisasi diperkirakan melibatkan puluhan kendaraan dan dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan.
Isu Krusial
Dalam tuntutannya, SBSI 1992 menyoroti sejumlah pelanggaran yang dianggap merugikan pekerja, antara lain:
• Perubahan status dari Kontrak (PKWT) menjadi Permanen (PKWTT).
• Kenaikan premi serta transparansi potongan gaji sesuai kesepakatan.
• Perbaikan fasilitas mess dan air bersih, khususnya di wilayah Long Ayan.
• Jaminan pembayaran upah saat sakit atau hujan, serta pemenuhan hak cuti dan pensiun.
Jalan Terakhir
Ketua DPC SBSI 1992 Berau, Yusran, S.Pd., menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi pengingat bagi DPRD untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap notulen kesepakatan sebelumnya.
Jika negosiasi terus buntu tanpa keputusan yang mengakomodir kami, maka aksi damai ini adalah jalan terakhir yang dijamin oleh Undang-Undang,” tegasnya, Rabu (29/4).
Yusran memastikan seluruh kegiatan akan berlangsung tertib sesuai UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Sementara itu, pihak manajemen PT BKL yang diwakili oleh Pak Elson hanya merespons singkat bahwa proses komunikasi dan diskusi dengan pihak serikat masih terus diupayakan.
Meski berjalan damai, potensi gangguan operasional selama hampir satu pekan ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi perusahaan dan wilayah sekitar.{Syamsul}.







____________________________________________