Dua Tahun Berjalan Di Tempat, Aliansi Keluarga Dan PMKRI Desak Polres SBD Tuntaskan Kasus Goris Bessu.

SUMBA BARAT DAYA,http://tipikorinvestigasiNews.id
15 Juni 2026.
Aliansi keluarga korban bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sumba Barat Daya (SBD) menggelar aksi demonstrasi damai di markas Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya, Senin (15/6/2026). Massa menuntut keadilan, transparansi, dan kepastian hukum terkait misteri kematian Gregoris Bessu alias Goris Bessu yang hingga kini belum diusut tuntas.

Goris Bessu ditemukan tewas mengenaskan dua tahun lalu, tepatnya pada 5 Juni 2024, di kawasan perbatasan antara Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, dan Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Timur. Meski penanganan perkara telah ditarik ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumba Barat Daya, penuntasan kasus ini dinilai berjalan di tempat oleh pihak keluarga.

Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk mosi tidak percaya atas lambatnya kinerja penyidik. Massa mendesak Kapolres Sumba Barat Daya segera menangkap dua orang terduga pelaku yang identitasnya diklaim sudah dikantongi oleh pihak kepolisian sejak beberapa waktu lalu.

Dalam audiensi yang berlangsung alot, perwakilan massa aksi dan pihak keluarga berupaya mendesak komitmen hitam di atas putih terkait kelanjutan perkara pidana tersebut dari jajaran utama Polres SBD.

Polres SBD Sebut Kasus Goris Bessu Sebagai ‘Utang Penegakan Hukum’

Menanggapi tuntutan massa, Wakapolres SBD, Kompol Marthin Ardjon, SH, menyatakan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam penanganan perkara ini. Ia menegaskan bahwa pintu Polres SBD terbuka 24 jam bagi siapa saja yang memiliki informasi atau bukti baru demi membuat terang tindak pidana ini.

“Kami berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam penanganan perkara ini. Ke depan, setiap perkembangan signifikan akan kami sampaikan secara terbuka melalui forum audiensi berkala bersama rekan-rekan mahasiswa dan media,” ujar Kompol Marthin di hadapan massa aksi.

Ia menambahkan, kasus ini merupakan utang penegakan hukum (PR) yang harus diselesaikan. “Meskipun saya dan Kasat Reskrim baru menjabat selama tiga bulan, hal tersebut sama sekali bukan alasan untuk menunda keadilan. Ini adalah tanggung jawab mutlak kami sebagai aparat penegak hukum. Jika ada kekurangan dalam pelayanan kami sebelumnya, mari kita benahi bersama,” tegasnya.

Senada dengan Wakapolres, Kasat Reskrim SBD, Yakobus K. Sanam, SH, menyatakan akan segera membentuk dan memimpin langsung tim khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus yang telah berjalan dua tahun ini. Sebagai putra asli NTT, Yakobus mengaku memiliki komitmen moral dan tekad kuat untuk mengungkap dalang di balik peristiwa ini.

“Kami sangat memahami kekecewaan dan luka mendalam yang dirasakan oleh pihak keluarga korban. Namun, kami juga memerlukan sinergi dan keterbukaan dari pihak keluarga, karena informasi sekecil apa pun sangat krusial bagi penyidik. Kami menjamin keamanan pihak keluarga; jika ada intimidasi atau ancaman, segera laporkan agar kami berikan perlindungan hukum,” kata Kasat Reskrim.

PMKRI Tolak Jargon Normatif, Desak Pelimpahan ke Polda NTT Jika Polres Mandek

Di sisi lain, Ketua Cabang PMKRI Sumba Barat Daya, Dominggus Ghoghi, memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa PMKRI tidak akan membiarkan kasus ini diredam hanya dengan janji-janji manis di atas kertas.

“PMKRI Sumba Barat Daya mengapresiasi respons baik dari jajaran Polres hari ini. Namun, kami menegaskan bahwa kehadiran kami di sini bukan untuk mendengar retorika normatif yang sekadar bertujuan meredam situasi. Kami jenuh dengan janji-janji manis tanpa realisasi konkret dalam dua tahun terakhir,” cecar Dominggus.

Dominggus mendesak agar kepolisian memberikan laporan perkembangan kasus (progress report) secara berkala. “Jika dalam jangka waktu tertentu Polres SBD tetap tidak mampu mengungkap pelaku pembunuhan ini, kami meminta dengan tegas agar penanganan perkara ini segera dilimpahkan ke tingkat Polda NTT agar kepastian hukum bagi keluarga korban tidak tersandera,” tambahnya.

Trauma Dua Tahun Keluarga Korban dan Kepasrahan pada Keadilan Tuhan

Rasa letih dan trauma psikologis yang mendalam diungkapkan oleh perwakilan keluarga korban, Martinus Lede Ngono. Selama dua tahun, keluarga hidup dalam ketakutan akan adanya teror susulan karena pelaku pembunuhan masih berkeliaran bebas.

“Kami menyampaikan rasa hormat atas komitmen tegas jajaran Polres hari ini yang memberikan sedikit kelegaan di tengah trauma kami. Namun, kami telah letih menanti kepastian hukum selama dua tahun. Jika proses hukum di tingkat Polres SBD kembali mandek, kami bersama jaringan organisasi di Kupang tidak akan ragu untuk membawa massa yang lebih besar dan melakukan aksi demonstrasi di Polda NTT,” ungkap Martinus dengan nada getir.

Martinus menutup pernyataannya dengan sebuah kalimat reflektif yang menyentil rasa keadilan publik. “Kami siap bersinergi memberikan informasi. Namun, jika hukum positif di negara ini pada akhirnya tetap gagal memberikan keadilan bagi almarhum Goris Bessu, maka kami menyerahkan sepenuhnya keadilan tertinggi pada pengadilan Tuhan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aliansi mahasiswa dan keluarga korban menyatakan akan terus mengawal janji Polres SBD dalam memburu terduga pelaku yang identitasnya yang belum terkuak hingga saat ini. (Red/Tim)
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *