ACEH SINGKIL—Tipikorinvestigasinews.id–– Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil, Edy Widodo, SKM, M.Kes, akhirnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Aceh Singkil pada Kamis (21/02/2025). Namun, ironisnya, sidak ini baru dilakukan setelah kasus pelayanan kesehatan yang buruk menjadi viral di media sosial. Padahal, jarak antara kantor Sekda dan Puskesmas tidaklah jauh.
Sejak diangkat menjadi Plt Sekda, Edy Widodo diketahui belum pernah melakukan sidak langsung ke lapangan dan hanya memantau dari meja kerjanya sendiri. Hal ini membuat masyarakat kecewa dan mempertanyakan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Apa gunanya sidak setelah viral? Bukankah ini seharusnya menjadi tugas rutin seorang pejabat tinggi di daerah?
Dalam kunjungannya, Edy menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan disiplin dan standar operasional petugas kesehatan. Dia menegaskan pentingnya profesionalisme tenaga medis agar masyarakat dapat menerima layanan yang layak.
“Saya mengimbau seluruh petugas kesehatan untuk hadir tepat waktu, bekerja sesuai tupoksi mereka, serta mengenakan seragam dinas selama bertugas. Ini penting agar masyarakat mudah mengenali petugas dan memastikan kehadiran mereka sesuai aturan,” ujar Edy.
Namun, pernyataan ini dinilai tidak memberikan efek jera bagi para petugas Puskesmas. Masyarakat mencurigai adanya indikasi pembelaan terhadap tenaga kesehatan yang lalai dalam menjalankan tugasnya. Lebih parahnya lagi, Plt Kadis Kesehatan juga dinilai tidak tegas dalam menangani masalah ini. Sebagai pemimpin tertinggi di bidang kesehatan di Aceh Singkil, Plt Kadis justru terlihat menyepelekan keselamatan masyarakat.
Atas kejadian ini, masyarakat mendesak Bupati Aceh Singkil yang baru untuk segera mencopot Plt Kadis Kesehatan dari jabatannya. Mereka menilai bahwa pejabat tersebut belum mampu menjalankan tugas dengan baik dan perlu diberikan sanksi tegas agar menjadi peringatan bagi pejabat lainnya.
Jika pembiaran ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terulang kembali. Masyarakat butuh pemimpin yang benar-benar peduli, bukan hanya sekadar reaksi setelah viral di media sosial. Jangan sampai kesehatan publik terus dikorbankan hanya karena kelalaian para pejabat yang lebih sibuk mencari aman daripada bertindak nyata, (syah)






____________________________________________