Kangayan, tipikorinvestigasinews.id – Di Desa Kangayan, Kabupaten Sumenep, terjadi dugaan penyelewengan dana di Yayasan PKBM Al-Mandariyah. Aduan warga setempat kepada wartawan dan LSM memicu investigasi langsung ke Yayasan tersebut.
Namun, Ketua Yayasan, Bapak Jaharuddin, SPdi, menolak memberikan klarifikasi dan bahkan menuduh adanya pihak yang menghasut LSM dan wartawan untuk datang. Sikap ini menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan.
Investigasi lebih lanjut oleh LSM dan wartawan menemukan fakta mengejutkan. Data jumlah murid dan guru di Yayasan PKBM Al-Mandariyah ternyata fiktif. Jumlah murid yang sebenarnya jauh lebih sedikit dari yang dilaporkan, dan jumlah guru pun tidak sesuai data. Bahkan, ada seorang guru yang mengaku tidak pernah menerima gaji dan akhirnya berhenti mengajar.
Temuan ini semakin memperkuat dugaan penyelewengan dana di Yayasan PKBM Al-Mandariyah. Sikap Ketua Yayasan yang menolak klarifikasi dan menuduh adanya pihak yang menghasut justru semakin menimbulkan pertanyaan. Warga setempat juga turut menyuarakan kekecewaan mereka atas dugaan tersebut.
Salah seorang LSM mengatakan,jauh sebelum mereka turun kelapangan langsung untuk investigasi, mereka sudah melaporkan ini kepihak kepolisian terdekat secara lisan agar di investigasi namun tidak ada tindak lanjut.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana di lembaga pendidikan. Pihak berwenang perlu menyelidiki lebih lanjut dugaan penyelewengan dana di Yayasan PKBM Al-Mandariyah dan mengambil tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku.
Semoga kasus ini dapat segera terselesaikan dan keadilan dapat ditegakkan.(Tim Investigasi)






____________________________________________
