Jakarta : Tipikorinvestigasinews.id-Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu yang harus dipenuhi oleh negara. Namun, dalam prakteknya, banyak tantangan yang menghalangi terwujudnya pendidikan yang setara dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dr. Iswadi, M.Pd., seorang pakar pendidikan, mengingatkan bahwa upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan berkeadilan masih membutuhkan perhatian yang lebih besar. Dalam pandangannya, pendidikan berkeadilan bukan hanya masalah pemerataan akses ke lembaga pendidikan, tetapi juga mencakup aspek kualitas pendidikan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, atau budaya.
Menurut Dr. Iswadi, pendidikan berkeadilan adalah pendidikan yang mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak bangsa untuk mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. Hal ini mencakup pemberian fasilitas pendidikan yang memadai, dukungan tenaga pendidik yang berkualitas, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Sayangnya, kondisi pendidikan di Indonesia hingga kini masih menghadapi kesenjangan yang signifikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, antara sekolah negeri dan swasta, serta antara anak-anak yang berasal dari keluarga mampu dengan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pendiri Pejuang Pendidikan Indonesia tersebut mengatakan Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pendidikan yang adil. Meskipun pemerintah sudah banyak membuat kebijakan yang mendukung pemerataan ini, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kenyataannya, banyak anak di daerah terpencil atau daerah yang terkena dampak bencana alam, belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Sebagian besar daerah di Indonesia, khususnya wilayah-wilayah perbatasan dan pedalaman, masih kekurangan fasilitas pendidikan yang memadai, mulai dari ruang kelas yang rusak hingga keterbatasan akses internet yang membuat pembelajaran jarak jauh menjadi tidak efektif.
Selain itu, Dr. Iswadi juga menyoroti adanya kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di kota besar dan di daerah. Sekolah-sekolah di kota besar cenderung memiliki fasilitas yang lebih lengkap, dengan tenaga pendidik yang terlatih dan materi pendidikan yang lebih berkualitas. Sementara itu, banyak sekolah di daerah yang masih berjuang dengan kondisi yang serba kekurangan. Kualitas guru yang ada di daerah-daerah tersebut pun tidak selalu sebanding dengan yang ada di perkotaan, yang bisa memengaruhi kualitas pembelajaran dan prestasi siswa. Hal ini tentu saja menciptakan ketidakadilan, di mana anak-anak dari daerah dengan fasilitas pendidikan yang terbatas akan kesulitan untuk bersaing dengan anak-anak dari daerah dengan pendidikan yang lebih baik.
Untuk itu, Dr. Iswadi mendorong pemerintah agar lebih serius dalam menangani masalah ini. Ia berpendapat bahwa pendekatan yang lebih holistik diperlukan untuk menciptakan sistem pendidikan yang benar-benar adil. Pemerintah perlu memperhatikan tidak hanya aspek fisik, tetapi juga kualitas pengajaran dan pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang setara terhadap pendidikan yang berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi mereka. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki distribusi guru yang berkualitas, memperluas pelatihan dan pengembangan profesionalisme bagi guru, serta meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Selain itu, Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dan keterampilan. Pendidikan di Indonesia selama ini lebih menekankan pada aspek akademis, sementara pengembangan karakter dan keterampilan praktis seringkali terabaikan. Hal ini menyebabkan banyak lulusan sekolah yang tidak siap menghadapi dunia kerja, meskipun mereka memiliki nilai akademis yang tinggi. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah lebih memperhatikan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran keterampilan hidup dan karakter, yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga mampu membentuk karakter anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki integritas dan kemampuan untuk bersaing di dunia global.
Dalam mewujudkan pendidikan berkeadilan, Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses pendidikan, baik sebagai mitra bagi pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan, maupun sebagai partisipan dalam pengawasan kualitas pendidikan. Masyarakat yang peduli dengan pendidikan akan lebih mudah memberikan dukungan dan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Tentu saja, mewujudkan pendidikan berkeadilan bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu, tenaga, dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Namun, Dr. Iswadi yakin bahwa dengan keseriusan dan upaya bersama, Indonesia dapat mencapainya. Pendidikan yang berkeadilan bukan hanya tentang pemerataan fasilitas atau akses, tetapi juga tentang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya. Pendidikan yang berkeadilan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Oleh karena itu, pemerintah harus terus bekerja keras dan memastikan bahwa setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
(Ads)






____________________________________________
