Mataram -(NTB),tipikorinvestigasinews.id – Kota Mataram menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 2025 dengan semarak melalui pawai ogoh-ogoh yang diikuti oleh 114 ogoh-ogoh, yang merupakan hasil karya dari berbagai kelompok masyarakat Hindu yang tersebar di enam kecamatan.
Pawai ogoh-ogoh ini akan dilaksanakan pada hari ini, 28 Maret 2025, dengan melibatkan ribuan peserta dan menarik perhatian warga sekitar.
Kasatpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, menyampaikan bahwa total peserta pawai ogoh-ogoh diproyeksi mencapai sekitar 7.980 orang. “
Pawai ogoh-ogoh akan dimulai pada pukul 13.00 WITA, dengan rute yang dimulai dari perempatan Jalan Pejanggik di depan kantor Lurah Cakranegara Barat, dan akan berakhir di perempatan Cakra, Mayura, Mataram. Sebelum pelaksanaan pawai, persiapan akan dimulai pada pukul 08.00 hingga 09.00 WITA.
Pawai ogoh-ogoh start dari depan kantor Lurah Cakranegara Barat, di Jalan Pejanggik, dan akan finish di perempatan Cakra, Mayura, Mataram,” jelas Irwan.
Rangkaian pawai ini diperkirakan akan selesai sebelum pukul 18.00 WITA sebelum acara perang api.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang dapat terjadi selama pawai berlangsung, pihak berwenang telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang melintas.
Pawai ogoh-ogoh start dari depan kantor Lurah Cakranegara Barat, di Jalan Pejanggik, dan akan finish di perempatan Cakra, Mayura, Mataram,” jelas Irwan.
Rangkaian pawai ini diperkirakan akan selesai sebelum pukul 18.00 WITA sebelum acara perang api.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang dapat terjadi selama pawai berlangsung, pihak berwenang telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang melintas.
Ada jalan alternatif, karena jalur Pejanggik yakni di tempat start akan ditutup. Jalur alternatifnya, ke Jalan Bung Hatta ke arah selatan, lalu ke arah utara di Jalan Terusan Bung Hatta. Lalu bisa juga lewat jalan Transito, Jalan Brawijaya, hingga Jalan Sriwijaya,” jelas Irwan.
Pawai ogoh-ogoh start dari depan kantor Lurah Cakranegara Barat, di Jalan Pejanggik, dan akan finish di perempatan Cakra, Mayura, Mataram,” jelas Irwan.
Rangkaian pawai ini diperkirakan akan selesai sebelum pukul 18.00 WITA sebelum acara perang api.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang dapat terjadi selama pawai berlangsung, pihak berwenang telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang melintas.
Ada jalan alternatif, karena jalur Pejanggik yakni di tempat start akan ditutup. Jalur alternatifnya, ke Jalan Bung Hatta ke arah selatan, lalu ke arah utara di Jalan Terusan Bung Hatta. Lalu bisa juga lewat jalan Transito, Jalan Brawijaya, hingga Jalan Sriwijaya,” jelas Irwan.
Sementara itu, pengamanan ketat juga dilakukan oleh Polsek Mataram dalam rangka mendukung kelancaran jalannya pawai ogoh-ogoh.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi SH, mengatakan bahwa pihak kepolisian akan mengawal seluruh jalannya acara dengan tujuan menjaga ketertiban dan keamanan.
Pawai Ogoh-ogoh diselenggarakan dalam rangka menyambut hari raya Nyepi Tahun baru Caka 1947 yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Hindu Indonesia, oleh karenanya penting untuk mengamankan kegiatan tersebut,” ucap AKP Mulyadi.
Pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas serta pengawasan terhadap lokasi, orang, dan barang yang menyertai pawai. Polsek Mataram juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Pencalang untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang selama kegiatan berlangsung.
Selain pengamanan kegiatan, juga dilakukan pengamanan lokasi, orang dan barang yang menyertai selama Pawai Ogoh-ogoh berlangsung,” jelasnya.
AKP Mulyadi mengimbau kepada masyarakat yang menyaksikan pawai untuk menjaga ketertiban dan tidak membawa barang-barang yang dilarang.
“Pengamanan dan pengawalan yang dilakukan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri untuk masyarakat sebagai wujud nyata dalam memberikan rasa aman, nyaman dan terciptanya kondusifitas di wilayah hukum Polsek Mataram,” tambahnya.
Perayaan pawai ogoh-ogoh ini juga menjadi bagian dari tradisi Hindu yang menyambut Hari Raya Nyepi, yang tahun ini jatuh pada 28 Maret. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, umat Hindu juga akan menjalankan tapa brata penyepian sebagai refleksi spiritual yang mendalam, menyusul perayaan ogoh-ogoh yang penuh warna dan semangat.
Pawai ogoh-ogoh ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 7.000 hingga 8.000 orang, yang tidak hanya terdiri dari peserta tetapi juga warga yang akan menyaksikan parade budaya yang menjadi salah satu ciri khas perayaan Nyepi.
(Jesicha)






____________________________________________