Kampar, tipikorinvestigasinews.id – Balung kecamatan XIII Koto Kampar, Memprihatinkan nasib janda anak tiga yang hidup jauh dari harapan masyarakat serta cita cita negara dalam menekan angka kemiskinan.
Ayu jeliati yang hidup dibawah garis kemiskinan dan Pasalnya, Janda tersebut menempati rumah yang berukuran kira kira 4×4 meter selama 8 tahun lamanya yang benar benar tidak layak.
Rumah yang hampir roboh tersebut serta bocor ini merupakan hasil dari peninggalan kakak ayu jeliati disebuah gubuk reot yang hampir roboh serta mengakui sebelumnya pernah terima bantuan dari pemerintah hanya sekali mendapat bantuan,” ujarnya.

Rumah ayu jelita terletak di Dusun IV Desa Balung,Kepada awak media Ayu Jeliati berharap dia bisa mendapat bantuan rumah yang layak huni, Jum’at (30/5/2025).
Karena selama bertahun tahun pemerintah negri berusaha mengajukan bantuan namun tak kunjung terlaksana, Namun hanya mendapatkan janji manis dari Pemkab Kampar.
Saya sudah hampir 8/10 tahun tingal di rumah ini belum pernah dapat bantuan. Namun baru dapat bantuan sekali sewaktu pandemi Covid kemarin, “kata Ayu jeliati saat di temui wartawan
Meskipun dengan kondisi yang memprihatinkan, Janda anak 3 ini tak pantang menyerah dalam mengais rejeki untuk kehidupan sehari hari.
Ayu Jelita tersebut kini hanya bergantung dengan pekerjaan serabutan serta keladang Orang makan upah untuk di beli beras dan jajan anak – anak, Anak pertama yang bernama Dinda Putri Rahayu, masih sekolah.
Anak kedua dan ketiga bahkan tidak sekolah, jangan kan sekolah makan minum pun kami susah,ungkapnya.
Berdasarkan keterangan yang kami terima kami berharap pemerintah terkait di kabupaten kampar agar memberikan perhatian kepada masyarakat Desa Balung khususnya Ayu Jeliati
Menurut Pengakuan ayu jelita, beliau pernah mengajukan Proposal Rumah tidak layak huni (RTLH ) telah kami lakukan setahun yang lalu dan ke Baznas kampar telah kami berikan sebelum bulan suci ramadhan namun tidak menimbilkan hasil,” tegasnya
Rumah kami atapnya sudah bolong bolong pak, kala hujan turun terpaksa kami hanya menatapi turunnya hujan membasahi sebahagian dalam rumah kami pak,” tambahnya dengan raut sedih
Saat ini masih banyak masyarakat desa balung dengan hidup serba kekurangan dan kesulitan yang membutuhkan bantuan pemerintah,tutupnya.
Tomi







____________________________________________
