MANADO,SULUT,tipikorinvestigasinews.id,-suasana di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara pada Kamis, 1 Agustus 2025, berubah menjadi panggung aspirasi rakyat. Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok TOSBRO 08 yang dipimpin Jim Yon, menggelar aksi demonstrasi damai menolak tindakan intoleransi yang semakin mengkhawatirkan.
Dalam orasinya, Jim Yon menyampaikan suara kekecewaan mendalam yang menyentuh nurani banyak pihak. Dengan lantang ia menyatakan, “NKRI harga mati, tapi Bhinneka Tunggal Ika sudah mati.” Pernyataan itu menjadi simbol protes terhadap berbagai insiden intoleransi yang dinilai menggerogoti nilai-nilai persatuan dan keberagaman di Indonesia.
“Kami hadir bukan untuk menyulut amarah, tapi untuk membangunkan kesadaran. Kalau aparat lalai, kalau hukum tumpul ke atas, maka rakyat wajib bersuara,” tegas Jim Yon di hadapan peserta aksi dan aparat kepolisian yang berjaga.
Tuntutan Tegas untuk Tegaknya Keadilan
Aksi damai ini bukan sekadar seruan emosional. Para demonstran membawa sejumlah tuntutan konkret kepada pemerintah dan penegak hukum:
- Mengusut tuntas pelaku pengrusakan rumah ibadah, tanpa tebang pilih.
- Menindak tegas aparat yang lalai menjalankan tugas melindungi masyarakat dan tempat ibadah.
- Menjamin perlindungan setara terhadap seluruh rumah ibadah di Indonesia, demi mencegah diskriminasi dalam penegakan hukum.
Menurut Jim Yon, perjuangan ini tidak semata-mata demi satu golongan, melainkan sebagai panggilan moral untuk menjaga marwah Pancasila dan semangat kebhinekaan yang sedang terancam.
“Ini bukan soal Kristen atau Islam. Ini soal Indonesia. Soal keadilan. Soal bagaimana kita menjaga bangsa ini tetap berdiri dengan pilar yang sama: persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Aksi Damai, Pesan Tegas
Meskipun berlangsung dalam suasana tegang, aksi ini tetap berlangsung dengan tertib. Para peserta membawa spanduk bertuliskan pesan-pesan persatuan dan keadilan, serta menyerukan agar negara hadir melindungi seluruh warganya tanpa diskriminasi.
Aksi ini menjadi sinyal penting bahwa masyarakat sipil tidak tinggal diam melihat lunturnya nilai toleransi dan merosotnya perlindungan terhadap hak-hak dasar beragama.







____________________________________________
