Jawa tengah-Boyolali, tipikorinvestigasinews.id –Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali terus menggenjot realisasi pengerjaan fasilitas umum.
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah paket pelebaran jalan dan pembangunan drainase di Jalan Bangak–Sambi.
Kabid Bina Marga DPUPR Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, proyek ini diperkirakan memakan waktu 120 hari.
“Surat perintah mulai kerja (SPMK) itu 15 Juli 2025, jangka 120 hari, dan harus selesai 11 November 2025. Itu harus finis,” jelas Joko , Rabu (13/8).
Meskipun demikian, Joko optimistis proyek tersebut dapat selesai lebih cepat dari jadwal.
“Kalau dilihat progresnya saat ini, kemungkinan tidak sampai (November),” terangnya.
Pelebaran jalan akan mencakup sepanjang 660 meter, dari pertigaan Bangak hingga sebelum jembatan.
Lebar jalan yang awalnya 5 meter akan diperlebar menjadi 6–6,5 meter.
ungkap Joko.
Sementara itu, pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 150 meter.
Mulai dari Pasar Tompen menuju sungai di sebelah selatan jembatan.
Pembangunan drainase ini menyasar sisi timur jalan, karena sisi barat sudah memiliki drainase.
Proyek ini merupakan respons atas aduan warga, karena saat hujan, air sering meluap ke kios pasar.
Joko menjelaskan, kedua proyek ini merupakan satu paket dengan nilai anggaran kontrak Rp2,35 miliar.
Saat ini sudah ada 18 paket yang masuk kontrak dari total 39 paket untuk tahun 2025.
Proyek infrastruktur jalan dan drainase tahun 2025 akan dilaksanakan di 13 kecamatan di Kabupaten Boyolali.
Yaitu Selo, Boyolali, Banyudono, Wonosamodro, Kemusu, Cepogo, Sawit, Klego, Teras, Mojosongo, Wonosegoro, Gladagsari, Juwangi, dan Ampel.
“Untuk yang di Bangak ini memang setiap tahun mendapat jatah baik perbaikan maupun pemeliharaan,” pungkasnya.
Penulis Agus chaerudin







____________________________________________
