
Makassar, Sulawesi Selatan — tipikorinvestigasinews.id Fitriyani, aktivis sekaligus jurnalis senior yang juga dikenal sebagai broadcaster Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, resmi meraih gelar Doktor (S3) bidang Ilmu Pendidikan dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM). Prestasi tersebut kian membanggakan karena ia lulus dengan predikat cumlaude dan tercatat sebagai doktor pendidikan ke-326 yang dihasilkan UNM, Kamis 29 Januari 2026
Capaian akademik ini tidak sekadar menjadi keberhasilan pribadi, melainkan juga mencerminkan komitmen dan dedikasi panjang Fitriyani dalam memperjuangkan dunia pendidikan, literasi, serta pembangunan kesadaran sosial di tengah masyarakat.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Konten Siaran Radio dalam Mencegah Perilaku Bullying pada Masyarakat Lorong”, Fitriyani menyoroti peran strategis media radio sebagai sarana edukasi publik. Penelitian tersebut menekankan pentingnya pengembangan konten siaran yang edukatif dan berorientasi pada pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan perilaku bullying di tingkat akar rumput.
Topik penelitian ini dinilai sangat relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini, khususnya maraknya praktik perundungan dan kekerasan sosial, terutama di kalangan generasi muda. Melalui pendekatan komunikasi berbasis media radio, Fitriyani mengkaji efektivitas penyampaian pesan-pesan edukatif dalam membangun kesadaran, empati, dan literasi sosial masyarakat.
Tidak hanya bersifat teoretis, penelitian tersebut juga menawarkan rekomendasi dan solusi praktis bagi pengelola media, pendidik, serta pemangku kebijakan dalam merancang konten siaran yang berkontribusi nyata terhadap pencegahan kekerasan dan peningkatan literasi masyarakat, Dalam keterangannya, Fitriyani menyampaikan rasa syukur atas capaian akademik yang diraihnya.
“Meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude adalah sebuah anugerah luar biasa. Perjalanan ini bukan semata tentang capaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana hasil penelitian dapat memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil riset tersebut dapat menjadi rujukan bagi pendidik, pemerintah, serta insan media dalam merumuskan strategi dan kebijakan menghadapi persoalan bullying dan rendahnya literasi sosial.
Ke depan, Fitriyani berkomitmen untuk terus mengembangkan riset lanjutan serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga pendidikan, guna mendorong lahirnya kebijakan dan program berbasis riset demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Rusman, C.BJ., C.EJ., C.In







____________________________________________
