Sumba Barat Daya, tipikorinvestigasinews.id. Tambolaka, 22/09/25 dari petugas puskesmas watukawula melakukan vaksin pada siswa siswi di SMA ST. THOMAS AQUINAS Waitabula, Kecamatan Kota, sumba Barat Daya.
Dalam pantauan media, telah viral di media sosial, salah satu orang tua tidak Terima anaknya di vaksin akibat mengalami demam tinggi dan badan tidak nyaman, selain itu tidak adanya pemberitahuan atau sosialisasi dari dinas maupun pihak sekolah pasca vaksin, hal tersebut menjadi alasan pihak orag tua murid.

Ketika ditanya tiga guru tersebut( 22/0925) di SMA lewat via talpon, masing masing menjawab tidak tau vaksin apa dan dari mana tutur mereka kepada ibu Esty (orang tua murid red).
Penuturan anak siswi/ inisial H, kepada ibunya ketika di vaksin, ketika mereka dalam ruangan kelas, kemudian datang petugas vaksin, tanpa ada penjelasan detail pada kami siswa siswi, langsung di vaksin. Tutur H kepada ibunya. Ibu Esti lebih lanjut menjelaskan kepada media lewat via telpon.

Ketika ditemui media (23/0925) jam 13.00 wita, pihak orang tua murid ( Ibu Esty ) menyampaikan rasa keberatannya pada anaknya, agar tidak mengikuti vaksin lanjutan pada 23/09/25 disekolah tersebut karena belum mendapat penjelasan yg detail, vaksin apa dan untuk apa di vaksin? Tutur ibu Esty.
Dihari yg sama, 23/09/25, pukul 10 wita, pihak media bertemu kepala sekolah Frater Mario Ubaldus BHK diruang kerjanya, beliau menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh orang tua murid atas ketidak nyamanannya. Kedepan kami akan perbaiki kekeliruan ini, sekali lagi kami mohon maaf tuturnya.
Lanjutnya nanti saya buatkan rapat kepada seluruh guru agar dapat mengikuti bahwa ada kegiatan vaksin disekolah ini dan dpt menjelaskan pada orang tua murid lewat komite sekolah dan media elektronik, tambahnya.
Disaat yg sama dihadapan bapak Kapsek SMA ST. THOMAS AQUNAS, petugas puskesmas menjelaskan pada wartawan, bahwa pentingnya vaksin tetanus terhadap anak.
Diharapkan pengertian orang tua agar merelakan anaknya untuk di vaksin karena ini adalah program dari pemerintah, tutur ibu Vitalia Wendelina laga.
Namun dlm surat screaning kesehatan yg ditujukan pada sekolah terkait kegiatan, ada 7 point, dan ada 14 sekolah yg akan menjadi sasaran kegiatan dari puskesmas watu kawula :
1. 09/17/25, SMK Bakti luhur
2. 09/18/25, SMA S. MANDA ELU
3. 09/19/25, SMK BUKIT INDAH
4. 09/20/25, SMK N KOTA TAMBOLAKA
5. 09/20/25, SMK WEE PABOBA
6. 09/22/25, SMA K. ST. THOMAS A.
7. 09/23/25, SMA K. ST. ALFONSUS
8. 09/24/25, SMK TAWO RARA
9. 09/25/25, SMA TANGAN PENGHARAPAN
10. 09/26/25, SMA PGRI
11. 09/27/25, SMK KASIMO
12. 09/29/25, SMK KADEKAP
13. 09/30/25, SMA SWASTA MARAPATI
14. 09/30/25, SMA SEMINARI
Untuk memastikan kegiatan tersebut, awak media menghubungi via whatsapp kepada kepala puskesmas watu kawula Ibu Esty Multi, beliau meminta media bertemu langsung diruang kerjanya pada hari Rabu 24/09/25 di Puskesmas Watu Kawula.
Pewarta : Gunter Guru Ladu Meha.







____________________________________________
