PropinsiAceh, tipikorinvestasinews.id-Pidie Jaya – Kamis, 8 Januari 2026.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai gelombang laut setinggi hingga tiga meter melanda wilayah perairan Kabupaten Pidie Jaya sejak Kamis pagi. Kondisi ini mengakibatkan aktivitas nelayan lumpuh total karena dinilai sangat berbahaya untuk melaut.
Sejumlah nelayan di Kecamatan Bandar Baru terpaksa menambatkan boat mereka di pinggir alur dan memilih tidak turun ke laut. Angin yang bertiup kencang serta ombak besar terjadi sejak pukul 07.00 WIB dan terus berlangsung hingga siang hari.
Zulfan (49), seorang tekong boat asal Desa Lancang, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan bahwa cuaca buruk tersebut membuat para nelayan tidak memiliki pilihan selain menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.
Sejak jam tujuh pagi ombak sudah sangat besar dan angin kencang. Kami tidak berani melaut karena sangat berisiko. Boat kami bahkan terdampar di pinggir alur akibat dorongan ombak,” kata Zulfan.


Menurutnya, kondisi seperti ini sudah beberapa kali terjadi , namun hari ini merupakan yang terparah. Selain mengancam keselamatan nelayan, cuaca ekstrem juga berpotensi merusak boat dan alat tangkap ikan.
Para nelayan berharap adanya perhatian dari pihak terkait, termasuk informasi cuaca yang lebih cepat dan akurat agar mereka bisa mengantisipasi kondisi di laut. Mereka juga berharap cuaca segera membaik karena sebagian besar nelayan menggantungkan penghasilan harian dari hasil melaut.
Kalau cuaca terus seperti ini, kami tidak punya pemasukan. Mudah-mudahan angin cepat reda dan ombak kembali normal, tambah Zulfan.
Liputan syarli aceh







____________________________________________
