Boyolali Ditata Lagi 2026, Plaza PKL dan Diorama Tumang Disiapkan

MEDIA NASIONAL
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
||>>> BERITA TERUPDATE >>
F O T O : D O K U M E N T A S I
<> Tampilan Layar Unggulan Post Berita Terupdate <>
โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€

Boyolali, Jawa Tengah-tipikorinvestigasinews.id-Proses penataan kawasan Simpang Lima Boyolali akan dilanjutkan pada 2026 setelah renovasi area pedestrian rampung pada 2025. Dalam penataan lanjutan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali

merencanakan pembangunan plaza yang dapat dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL) hingga diorama karya pengrajin tembaga asal Tumang, Kecamatan Cepogo.

Rencana penataan Simpang Lima Boyolali itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali. Ia menjelaskan, salah satu fokus penataan berada di sisi taman hutan kota yang akan dilengkapi sebuah plaza.

โ€œUntuk konsep awal, di sana akan dibangun semacam plaza di seberang patung kuda. Di lokasi itu juga direncanakan ada hiasan seperti monumen, sementara bagian bawahnya tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Nantinya posisinya sedikit lebih tinggi dari badan jalan,โ€ kata Gojali saat ditemui di Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, Jumat (30/1/2026).

Selain pembangunan plaza, penataan juga akan dilakukan di taman tengah Simpang Lima Boyolali. Salah satu proyek yang akan dilanjutkan adalah pembangunan terowongan (tunnel) yang dirancang ramah difabel.

Penataan kawasan hutan kota, terowongan, hingga area tengah Simpang Lima tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali.

Gojali menyebutkan, di dalam terowongan Simpang Lima Boyolali nantinya akan dipasang diorama yang dibuat oleh pengrajin tembaga dari Desa Tumang, Cepogo. Berdasarkan desain awal, diorama tersebut akan ditempatkan menempel di dinding terowongan.

โ€œDioramanya nanti menampilkan tembakau dan ciri khas Kabupaten Boyolali lainnya,โ€ ujarnya.

Kelanjutan Renovasi Simpang Lima Boyolali

Sebelumnya diberitakan, Kepala DLH Boyolali, Suraji, mengatakan penataan Simpang Lima merupakan kelanjutan dari renovasi area pedestrian di sekitar Simpang Lima dan kawasan Tugu Susu Tumpah yang dilaksanakan pada 2025.

โ€œPenataan Simpang Lima akan dilanjutkan di bagian tengah dan kawasan hutan kota Sono Kridanggo. Anggarannya sekitar Rp5,6 miliar,โ€ kata Suraji saat dihubungi Espos, Senin (8/12/2025).

Suraji menjelaskan, penataan lanjutan mencakup terowongan di sisi barat yang berada di tengah Simpang Lima Boyolali serta terowongan di sisi timur yang berada di kawasan taman hutan kota Sono Kridanggo. Kedua terowongan tersebut masuk dalam lingkup pekerjaan DLH Boyolali.

โ€œTotal penataan Simpang Lima dan Sono Kridanggo membutuhkan anggaran Rp5,6 miliar. Nanti terowongan akan disambungkan langsung ke bangunan Dinas Arpus di tengah Simpang Lima. Area itu dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat,โ€ jelasnya.

Selain itu, jalur pedestrian di sekitar kawasan juga akan diturunkan dan ditata ulang, termasuk penataan taman serta pemilihan pohon yang dinilai lebih estetik untuk memperkuat wajah kawasan pusat kota.

Suraji menambahkan, proyek penataan lanjutan Simpang Lima Boyolali akan dilelang pada 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi dinyatakan siap.

Sebelumnya, proyek pemeliharaan Jalan Pandanaran Boyolali yang mencakup jalur pedestrian dan terowongan pada 2025 telah menelan anggaran hampir Rp22 miliar.

 

Penulis: Agus Chaerudin

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
โš–๏ธ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *