Tulang Bawang Barat tipikorinvestigasinews.id— Nasib memilukan dialami keluarga Sutarman dan Sumini, warga Tiyuh Panaragan Jaya Utama, RK 6, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Putri kedua mereka, Anisa (11), harus berjuang melawan penyakit epilepsi sejak usia dua bulan. Kini, kondisi kesehatannya terancam memburuk akibat kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak lagi aktif.
Sumini, ibu Anisa, menuturkan bahwa anaknya sebelumnya sempat mendapatkan layanan pengobatan melalui program BPJS Kesehatan gratis pada tahun 2021. Saat itu, Anisa menjalani serangkaian tindakan medis di rumah sakit, termasuk beberapa kali operasi pemasangan selang untuk membantu penanganan penyakitnya.
“Waktu itu anak kami sempat dioperasi sampai empat kali untuk pemasangan selang. Kalau tidak dipasang, dia menangis terus. Setelah itu kami rutin berobat ke rumah sakit di Menggala. Namun dokter menyatakan sudah tidak sanggup lagi menangani dan menyarankan dirujuk ke Jakarta,” ujar Sumini, Selasa (7/4/2026).
Namun rencana rujukan tersebut tidak dapat terlaksana. Tidak lama setelah itu, kepesertaan BPJS Kesehatan yang selama ini menjadi penopang utama pengobatan Anisa diketahui tidak aktif. Sejak saat itu, keluarga terpaksa menjalani pengobatan secara umum dengan biaya mandiri.
Sumini mengungkapkan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi kendala utama untuk melanjutkan pengobatan. Suaminya bekerja sebagai buruh pengepul getah karet milik orang lain dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau bantuan sembako Alhamdulillah masih dapat, tapi yang kami butuhkan itu biaya pengobatan anak kami. Kalau BPJS tidak aktif, kami tidak sanggup. Sekarang kondisi anak kami semakin parah,” tuturnya dengan nada haru.
Upaya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS telah dilakukan keluarga dengan mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang Barat. Namun, menurut pengakuan keluarga, mereka mendapat informasi bahwa kuota bantuan kepesertaan BPJS gratis saat ini terbatas.
“Kami sudah ke Dinas Sosial, tapi katanya belum ada kuota. Kami hanya bisa berharap ada bantuan,” kata Sumini.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian warga sekitar. Sopingi, Ketua RT setempat, berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap warganya yang membutuhkan bantuan kesehatan.
“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama agar BPJS gratisnya bisa aktif kembali. Kalau memungkinkan, kami juga berharap anak ini bisa dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Tiyuh Panaragan Jaya Utama menyatakan pihak pemerintah tiyuh telah berupaya memberikan berbagai bantuan sosial kepada keluarga tersebut, termasuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan fasilitas kursi roda.
Menurutnya, terkait kepesertaan BPJS yang tidak aktif, pihak tiyuh telah membantu dengan menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai salah satu syarat pengajuan kembali bantuan layanan kesehatan.
“Kalau dari tiyuh, bantuan seperti PKH dan lainnya terus kami berikan. Untuk BPJS, kami membantu dengan membuatkan surat keterangan tidak mampu agar bisa diajukan kembali ke Dinas Sosial,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab nonaktifnya kepesertaan BPJS Kesehatan milik keluarga tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui kunjungan ke kantor dan komunikasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum memperoleh respons.
Keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah agar anak mereka dapat kembali memperoleh layanan pengobatan yang dibutuhkan.
Sumber dan Penulis : Adi (kabiro Media Online Nasional Tipikor investigasi News.id Tubaba)
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________