Aceh Singkil, tipikorinvestigasinews.id – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Aceh Singkil mengalami lonjakan yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini kian menambah beban masyarakat, terutama di tengah lesunya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi sumber penghasilan utama sebagian besar warga.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keluh kesahnya kepada media. “Kenaikan harga ini sangat membebani kehidupan kami.
Yang paling terasa itu harga beras, setelah itu barang-barang lain ikut naik,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.
Menurut pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga beras mengalami kenaikan signifikan, disusul oleh komoditas lain seperti minyak goreng, telur, dan gula pasir.
Kondisi ini membuat daya beli masyarakat semakin melemah, terlebih saat penghasilan dari sektor perkebunan sawit terus menurun.
“Kami benar-benar merasa terjepit. Di satu sisi harga sawit turun, di sisi lain harga kebutuhan pokok justru naik. Mau tak mau, kami harus mengencangkan ikat pinggang,” lanjut warga tersebut.
Para pedagang mengaku tak bisa berbuat banyak karena kenaikan harga terjadi dari distributor.
Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk mengendalikan harga dan memberi solusi bagi masyarakat yang terdampak.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kestabilan harga bahan pokok bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat kecil yang menggantungkan harapannya pada keseimbangan antara penghasilan dan kebutuhan.
{syahdun}
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________