Boyolali, tipikorinvestigasinews.id – Meskipun stok beras dalam negeri saat ini melimpah, harga beras medium masih sulit menyentuh Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500/kg yang ditetapkan pemerintah. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menjelaskan bahwa stok beras pemerintah sebenarnya cukup besar dan diperkirakan akan meningkat pada Mei 2025.
Namun, Sutarto menambahkan bahwa Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah saat ini Rp6.500/kg, sehingga harga wajar di tingkat konsumen seharusnya berada di kisaran Rp13.500 – Rp13.750/kg. Artinya, selama struktur biaya di hulu (petani) tidak ikut disesuaikan, harga di pasaran akan tetap tinggi meskipun stok aman.
Beberapa pemerintah daerah, seperti Kota Semarang, Magelang, dan Batang, telah menyediakan informasi harga pangan di website mereka untuk meningkatkan transparansi dan membantu masyarakat memantau harga.
Sutarto menekankan bahwa penyesuaian struktur biaya di hulu sangat penting untuk menurunkan harga beras di pasaran. Dengan demikian, harga beras dapat lebih terjangkau bagi masyarakat dan pemerintah dapat mencapai target harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.
Penulis, Agus Chaerudin






____________________________________________