Pekalongan – Jateng, tipikorinvestigasinews.id – Dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SD Negeri (SDN) 01 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Belasan siswa mengalami keluhan pusing, mual, muntah, dan mulas.
Kapolsek Kedungwuni, Iptu R Yonanta Edy Pranawa, saat ditemui mengatakan pihaknya baru menerima laporan pada Selasa sore (13/1) sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung melakukan pemantauan ke lokasi sekolah. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB.
“Sekitar pukul 07.00 WIB, SDN 01 Kedungwuni menerima MBG dari SPPG Sidodadi Kedungwuni Timur. Makanan dibagikan pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 10.00 WIB enam siswa mengalami pusing, mual, muntah dan mulas, kemudian disusul sembilan siswa lain dengan gejala serupa,” ujar Yunanta, Selasa (13/1/2026).
Para siswa langsung dibawa ke Puskesmas Kedungwuni I untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena keterbatasan kapasitas pelayanan, enam siswa dirujuk ke RSI Pekajangan.
“Seluruh siswa kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,” katanya.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, pihak Puskesmas Kedungwuni I telah mengambil sampel makanan MBG dan menyerahkannya ke Labkesda Kabupaten Pekalongan untuk uji laboratorium. Diketahui, menu MBG yang disajikan pada hari kejadian meliputi bakmi goreng Jawa, telur ceplok, tahu goreng, lalapan timun, dan buah anggur.
Plt Kepala SDN 01 Kedungwuni, Deddy Ardiansyah, mengatakan kejadian awal dilaporkan terjadi pada siswa kelas 4.
“Awalnya ada sekitar 5 sampai 6 anak, lalu menyusul hingga total sekitar 15 siswa. Untuk penyebab pastinya belum bisa dipastikan karena di SDN 02 Kedungwuni, yang menerima menu dan dapur yang sama, tidak ada kejadian serupa,” jelasnya.
Sementara itu, di lokasi lain, pihak guru yang mengetahui ada kejanggalan dalam menu MBG meminta siswa untuk tidak memakannya. Hal inilah yang membuat ratusan siswa terhindar dari keracunan.
Saat dimintai konfirmasi lewat pesan singkat, Kabid Dikdas Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, juga mengungkap berdasarkan informasi yang diterimanya, mie yang disajikan sudah basi.
“Dari beberapa sekolah lain penerima MBG, ada yang mengatakan masakan mie sudah basi, sehingga kepala sekolah melarang untuk dikonsumsi, sehingga terhindar dari keracunan” lanjut Ipung.
Ditemui terpisah, Kepala SPPG Kedungwuni Timur, Mochamad Idhar Khaerul, mengakui adanya laporan dugaan mi basi.
“Yang disajikan itu bakmi Jawa, di dalamnya itu ada kubis sama wortel sama telur ceplok. Telur ceploknya terpisah tidak dibarengkan sama bakmi, telur ceplok sendiri sama buahnya anggur sama timun untuk lalapannya,” tutur Idhar.
“Saya cek langsung ke sekolah dan mencoba mi tersebut. Teksturnya tidak lengket atau berlendir, tapi rasanya memang agak asam,” lanjutnya.
Idhar menjelaskan, proses penyediaan MBG telah melalui tahapan standar. Persiapan dilakukan sejak Senin malam, memasak dimulai pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB, dilanjutkan quality control dan pemeriksaan gizi pukul 05.30 WIB sebelum distribusi pukul 07.00 WIB.
Ditambahkan Korwil SPPG Kabupaten Pekalongan, Nauf, kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai kejadian menonjol, bukan kejadian luar biasa (KLB).
“Kami menunggu hasil laboratorium. Semua siswa sudah pulang dan tidak ada yang dirawat. Langkah selanjutnya menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional melalui bidang pemantauan dan pengawasan,” katanya.
( LELES )







____________________________________________
