PANYABUNGAN,–tipikorinvestigasinews.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Mandailing Natal yang jatuh pada 9 Maret 2026, tokoh pers senior Iskandar Hasibuan mengingatkan pemerintah daerah agar tidak melupakan sejarah perjuangan pemekaran daerah tersebut, termasuk peran besar para wartawan.
Dalam keterangannya di kediamannya di Jalan Bermula, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Minggu malam (8/3/2026), wartawan Waspada.id Medan itu menegaskan bahwa lahirnya Mandailing Natal merupakan hasil perjuangan kolektif berbagai elemen masyarakat.
“Selain tokoh politik, aparatur sipil negara (ASN), ulama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan seperti OKP dan KNPI, wartawan juga memiliki peran besar dalam mengawal proses pemekaran Mandailing Natal hingga berhasil,” ujar Iskandar.
Diketahui, Kabupaten Mandailing Natal terbentuk sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998. Meski diresmikan pada 23 November 1998, hari jadi kabupaten ini diperingati setiap 9 Maret yang merujuk pada momentum bersejarah pada tahun 1999.
Menurut Iskandar, peringatan HUT ke-27 tahun ini seharusnya menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah untuk menghargai para tokoh yang terlibat dalam perjuangan pemekaran Mandailing Natal.
Ia berharap panitia peringatan HUT Madina dapat mengingat dan mengundang para tokoh pejuang pemekaran yang masih hidup sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah perjuangan pemekaran daerah ini.
Masih banyak tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjuangan tersebut yang masih hidup. Seyogianya panitia HUT Madina mengingat dan mengundang mereka, meski hanya dengan secarik undangan sebagai bentuk penghargaan,” tegasnya.
Sebagai saksi hidup perjalanan tersebut, Iskandar juga mengajak para pemangku kebijakan saat ini untuk bersyukur dan memahami bahwa jabatan yang diemban saat ini tidak terlepas dari hasil perjuangan pemekaran daerah.
“Bupati, Wakil Bupati, dan 40 anggota DPRD Madina yang ada sekarang belum tentu berada di posisi tersebut jika Mandailing Natal tidak mekar dari Tapanuli Selatan. Saya sendiri sejak 1992 hingga sekarang tetap konsisten sebagai wartawan,” katanya.
Ia berharap peringatan HUT ke-27 Mandailing Natal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang dan menghargai nilai-nilai sejarah serta para tokoh yang berperan dalam lahirnya kabupaten tersebut.
(MUHID LUBIS)
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________