Kondisi Pendidikan di Indonesia Saat Ini Menurut Dr. Iswadi, M.Pd.

Jakarta : tipikorinvestigasinews.id – Pendidikan di Indonesia tengah berada di persimpangan jalan: antara harapan untuk menjadi pilar kemajuan bangsa dan kenyataan akan tantangan struktural yang masih mengakar kuat. Dr. Iswadi, M.Pd., seorang akademisi sekaligus pendiri organisasi Pejuang Pendidikan Indonesia, memberikan pandangan tajam terkait kondisi pendidikan nasional saat ini. Menurutnya, masalah pendidikan di Indonesia tak lagi sekadar menyangkut akses, tetapi lebih mendalam pada kualitas pengajaran yang masih jauh dari ideal.

Dr. Iswadi menyoroti bahwa hingga kini, banyak sekolah di Indonesia masih menggunakan metode pengajaran yang sudah usang dan tidak lagi relevan dengan tantangan zaman modern. Kurikulum pun cenderung hanya fokus pada penguasaan aspek kognitif semata. Padahal, katanya, pendidikan seharusnya mampu mengembangkan kompetensi siswa secara utuh: mulai dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, hingga penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Salah satu isu krusial yang ia sampaikan adalah soal pemangkasan anggaran pendidikan . Dalam pandangannya, hal ini tidak hanya berdampak pada teknis operasional, tapi juga bisa mencederai amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 31 UUD 1945, yang menegaskan bahwa negara wajib menyediakan pendidikan dasar secara layak dan gratis. Dr. Iswadi mengingatkan bahwa efisiensi anggaran semestinya bukan berarti pemotongan yang serampangan, melainkan optimalisasi penggunaan dana agar tepat sasaran—yakni untuk fasilitas sekolah, pelatihan guru, dan pemerataan pendidikan ke seluruh pelosok negeri.

Tantangan lainnya adalah disparitas pendidikan antarwilayah , khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Guru dan siswa di wilayah seperti Nias, Buleleng, atau kawasan pedalaman lainnya harus berjuang keras demi keberlangsungan proses belajar-mengajar. Tak jarang, para guru harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai sekolah. Kondisi ini, menurut Dr. Iswadi, menjadi penyebab utama masih banyak siswa yang kesulitan membaca, bahkan di tingkat SMP. Ini menunjukkan bahwa kesenjangan akses dan mutu pendidikan masih menjadi persoalan serius.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dr. Iswadi mengusulkan kebijakan insentifincentive policy bagi guru-guru yang bertugas di daerah terpencil. Tanpa adanya kompensasi dan jaminan kesejahteraan yang layak, sangat sulit mengharapkan para tenaga pendidik bersedia mengabdi di pelosok negeri. Selain itu, pembangunan fasilitas sekolah yang layak, pengadaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan koneksi internet menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru Ia menyarankan agar kenaikan gaji guru diatur melalui keputusan presiden (Keppres) untuk menjamin kecepatan dan transparansi dalam distribusinya. Guru yang sejahtera akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Di samping itu, pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi, dan penguasaan teknologi juga harus menjadi bagian dari peningkatan profesionalisme guru.

Dalam hal pendekatan pembelajaran, Dr. Iswadi menggagas konsep yang ia sebut sebagai Pendidikan Memanggil yakni pendidikan yang bersifat humanis, dekat dengan siswa, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap proses interaksi di kelas. Ia percaya bahwa proses belajar yang menyenangkan, membebaskan, dan dialogis akan membentuk karakter siswa yang kuat, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi pun harus dijadikan bagian dari pedagogi modern.

Menanggapi tren militeristik dalam pendidikan, seperti kebijakan mengirim pelajar ke barak militer, Dr. Iswadi secara tegas menyatakan penolakannya. Menurutnya, pendekatan seperti itu menghilangkan ruang empati dan kreativitas anak. Sebagai gantinya, ia mendorong penguatan pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai empati, integritas, kolaborasi, serta nasionalisme yang kontekstual dengan tantangan global.

Dalam konteks era digital, Dr. Iswadi melihat teknologi sebagai alat bantu penting, tetapi bukan pengganti interaksi manusiawi dalam pendidikan. E-learning sangat bermanfaat, terutama untuk menjangkau daerah terpencil, namun tetap membutuhkan dukungan infrastruktur memadai dan pendekatan yang tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.

Menyambut pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Dr. Iswadi berharap arah kebijakan pendidikan nasional lebih mengedepankan pemerataan, semangat nasionalisme, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan global. Fokus pada pendidikan vokasi dan peningkatan kapasitas guru dinilainya sangat penting. Ia menyerukan agar semua pemangku kebijakan birokrat, akademisi, dan masyarakat terlibat dalam dialog terbuka agar kebijakan lahir dari kebutuhan riil, bukan hanya dari perspektif elit.

Secara ringkas, Dr. Iswadi menekankan enam hal penting: kualitas dan kesejahteraan guru harus jadi prioritas; anggaran pendidikan harus transparan dan adil; akses dan fasilitas pendidikan harus merata; pendekatan pembelajaran harus humanis dan berbasis nilai lokal; teknologi harus dimanfaatkan secara bijak; dan kebijakan harus inklusif, berbasis kebutuhan, serta adaptif terhadap kondisi lokal.

Sebagai seorang akademisi dan politisi muda asal Aceh, Dr. Iswadi percaya bahwa pendidikan Indonesia saat ini sedang memasuki masa krusial. Di balik tantangan yang ada, terbuka peluang besar untuk melakukan reformasi menyeluruh: dari anggaran, kebijakan, hingga transformasi nilai. Ia mengingatkan: Senapilah teknologi, tapi jangan lupa sentuh hati siswa dengan empati.” Pendidikan, katanya, adalah soal membentuk manusia seutuhnya dan di sanalah tanggung jawab negara dan guru harus berpadu sebagai pelindung hak setiap anak Indonesia.

(Ads)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *