Proyek normalisasi Parit sekunder wilayah Kecamatan Air Salek dikomplain warga, Diduga Oknum PUPR Provinsi Sumsel di Kecamatan Air Salek ada main

T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Banyuasin,tipikorinvestigasinews.id Sejumlah masyarakat di wilayah kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan pengerjaan proyek normalisasi parit sekunder di desa Saleh Agung, Saleh Mukti dan saleh makmur Kecamatan Air Salek. Pasalnya dalam pengerjaan proyek ini sering terhambat dikarenakan sering terjadi kerusakan beberapa alat Excavator yang dioperasikan dalam pengerjaan proyek tersebut, informasi warga penyebabnya salah satunya diduga supplai BBM solar yang digunakan dalam pengoperasian alat berat tidak sesuai standar industri. Ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya,

“Diduga PU Perairan yang menangani proyek normalisasi parit, sebagian Alat beratnya pakai alat berat bantuan dari Pemerintah, yaitu berupa alat excavator merek pindat, akan tetapi sangat miris kalau lihat kondisi alat yang tidak terurus dan sering rusak inih diakibatkan alat inih diduga sering pakai minyak oplosan, cetusnya.

Bacaan Lainnya

Dalam penelusuran investigasi beberapa media dan Lembaga Swadaya Masyarakat 08/10/25.
Tim mendatangi gudang BBM yang berlokasi di Desa Srikaton, menurut keterangan warga setempat bahwa BBM solar yang dipakai dalam proyek normalisasi parit sekunder di wilayah Kecamatan Air Salek, BBM nya berwarna agak kehitaman, Kuat dugaan kualitas BBM Solar ini adalah BBM Oplosan, diduga telah dioplos sehingga menimbulkan keresahan dan kerugian, BBM solar ini yang diterima disini ya seperti ini mas, ujarnya.

“pasokan BBM yang diterima disini ya memang seperti ini, pas saya cek ternyata bbm tersebut berwarna agak kehitaman apalagi kalo terkena sinar matahari semakin berubah warnanya, dugaan BBM oplosan ini tidak standar BBM Industri, masyarakat disini cuma terima barangnya, menurut informasi BBM diturunkan dari Kecamatan seberang (Muara Padang) dan didistribusikan ke air Salek pakai drum melalui ponton. Jelasnya

 

Masyarakat resah dan khawatir kalau BBM dengan kualitas yang tidak bagus digunakan tentu akan berdampak buruk dengan alat, lingkungan dan akhirnya menghambat pekerjaan, pasal nya jika memaksakan menggunakan BBM tersebut, mesin alat berat mengalami kerusakan sulit dinyalakan dan bahkan mogok saat beroperasi sehingga menghambat pekerjaan

 

Hal ini tentu sangat merugikan negara mengingat alat berat tersebut merupakan alat negara yang sejatinya milik rakyat dan bangsa, tentu membahayakan keselamatan mereka dan mengganggu aktivitas pekerjaan yang menjadi sumber penghidupan utama.

Didi, lembaga GBBKI aktivis Sumsel sangat menyayangkan kalau memang kualitas BBM industri yang dipakai tidak sesuai standar atau kualitas buruk tentu banyak yang dirugikan, bukan hanya bisa merusak mesin alat berat tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan, keselamatan, pencemaran lingkungan dan proses pengerjaan proyek ini jadi terhambat. Wajar saja kalau warga menduga hal ini ada permainan di proyek normalisasi parit yang dipraktikkan oleh oknum PU. Untuk kita mari kita bersama sama warga masyarakat melakukan pengawasan dan menindak lanjuti adanya temuan temuan dalam pelaksanaannya.

Kami berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait seperti Pertamina dapat segera turun tangan untuk menyelidiki temuan ini. Mereka juga meminta agar distribusi BBM yang berkualitas dan aman segera dipulihkan demi kelangsungan mata pencaharian mereka.

Maka dari itu kami meminta kepada penegak hukum periksa seluruh pekerjaan yang ada kaitannya dengan normalisasi di Sumsel ini terkhusus nya di kabupaten Banyuasin, bahwa ada indikasi dugaan telah merugikan negara dari pemakaian minyak industri ke BBM oplosan diduga adanya kong kalikong dengan pihak terkait lainnya untuk memuluskan rencana jahatnya yaitu berupa korupsi uang negara

Sementara itu tim petugas PUPR di kecamatan air Salek saat dihubungi via WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan

Keresahan ini menambah daftar panjang permasalahan persoalan pembangunan bidang pertanian di Kabupaten Banyuasin

(MuhammadJ)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *