KUNINGAN– JABAR ,Sabtu 31 Januari 2026, tipikorinvestigasinews.id – Kegiatan silaturahmi sekaligus sosialisasi pengembangan bisnis digital SnapBoost digelar di Rumah Makan Padang, Desa Pagundan, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini diikuti sekitar 12 peserta yang hadir untuk mendengarkan pemaparan serta berdiskusi mengenai konsep dan mekanisme bisnis yang diperkenalkan.
Dalam kegiatan tersebut, Asep selaku mediator dan perwakilan SnapBoost wilayah Kabupaten Kuningan memaparkan gambaran umum sistem kerja SnapBoost, termasuk mekanisme pengelolaan modal, pendampingan anggota, serta potensi pengembangan jaringan. Sosialisasi berlangsung dalam suasana santai namun interaktif, dengan sesi diskusi terbuka.

Asep menjelaskan bahwa SnapBoost diperkenalkan sebagai salah satu model bisnis digital yang diklaim memiliki jaringan berskala internasional. Menurutnya, konsep tersebut ditujukan untuk memberikan alternatif peluang ekonomi berbasis digital bagi masyarakat, khususnya dalam jangka menengah dan panjang.
“Melalui kegiatan ini, kami hanya menyampaikan konsep dan mekanisme yang ada. Setiap peserta tetap perlu memahami sistem secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan,” ujar Asep.
Dalam pemaparannya, Asep juga menyampaikan sejumlah poin yang diklaim menjadi keunggulan SnapBoost, seperti estimasi keuntungan harian, fleksibilitas penarikan dana dengan estimasi waktu proses hingga 24 jam, serta dukungan komunitas yang disebut telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Informasi tersebut disampaikan sebagai gambaran umum sistem yang saat ini berjalan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan simulasi estimasi pendapatan berdasarkan modal awal mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta dengan rentang waktu 30 hingga 40 hari. Asep menegaskan bahwa simulasi tersebut bersifat ilustratif dan tidak dapat dijadikan jaminan hasil, karena pencapaian setiap individu dapat berbeda tergantung pada pemahaman dan aktivitas masing-masing.
Diskusi berlangsung cukup dinamis, dengan peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait aspek teknis, mekanisme penarikan dana, serta sistem pendampingan anggota. Sejumlah peserta menyampaikan ketertarikan, sementara yang lain memilih untuk mempelajari lebih lanjut sebelum menentukan langkah.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan harapan agar forum diskusi serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pertukaran informasi yang terbuka dan objektif. Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat pengenalan dan tidak mengikat, serta tidak mewajibkan peserta untuk bergabung.
Sebagai catatan, masyarakat diimbau untuk tetap bersikap cermat, kritis, dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum terlibat dalam aktivitas bisnis atau investasi berbasis digital.
Pewarta :Dewa
Investigasi Nasional








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L