Lampung Barat,tipikorinvestigasinews.id – Masyarakat di Lampung Barat tampak antusias merayakan budaya malaman 7 likukh atau malam ke-27 ramadhan.
Malaman Pitu (7) likukh, merupakan tradisi turun temurun bagi masyarakat lampung barat sekaligus merupakan moment sakral yang dilaksanakan bertepatan pada hari ke 27 puasa.
Sebagai bentuk simbol terlaksana nya malaman pitu likukh ditandai dengan menyusun batok kelapa lalu dibakar dihalaman masing masing rumah penduduk. budaya yang terbilang unik ini dilakukan secara serentak oleh masyarakat lampung barat.

Salah satunya di Pekon Kotabesi Kecamatan Batu Brak, batok kelapa yang sebelumnya telah dikeringkan dan disusun dibakar di halaman rumah penduduk.
Selain itu, masyarakat juga beramai-ramai menyalakan kembang api dan mercon sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya hari raya idul fitri.
Salah satu warga pekon Kotabesi (Syarif) menuturkan bahwasannya kegiatan malaman pitu likukh memang rutin digelar setiap tahun pada bulan ramadhan sebagai bentuk rasa syukur.
“Budaya ini memang sudah ada sejak dulu, sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia masyarakat dalam menyambut datang nya hari raya idul fitri. sehingga, bisa di bilang kegiatan ini merupakan agenda yang rutin dilakukan setiap tahun,” tuturnya kepada awak media. Rabu malam, (26/3/2025).
Pewarta : Apni ( Kabiro Lam-Bar).






____________________________________________
