Warga Kampung Homba Ghobbo Dilanda Teror Malam Hari Usai Insiden Penyerangan di Sumba Barat Daya

TAMBOLAKA,24/11/2025 tipikorinvestigasinews.id- Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Warga Kampung Homba Ghobbo, Desa Persiapan Kadekap Rada Tana, Kecamatan Kota Tambolaka, dilaporkan hidup dalam kondisi tidak aman selama beberapa malam terakhir. Serangkaian gangguan dan upaya penyerangan oleh kelompok orang tak dikenal terjadi setelah insiden bentrokan pada Selasa (18/11/2025) yang menewaskan seorang pria bernama Ambros Ndara Kalendi.

Ambros merupakan salah satu anggota kelompok yang diduga melakukan penyerangan terhadap warga kampung tersebut. Aparat kepolisian sebelumnya telah menangani kasus itu dan mengamankan beberapa terduga pelaku, termasuk Ndara Yusuf yang diduga menjadi aktor utama pencurian seekor kerbau milik warga serta pemerasan dengan permintaan tebusan sebesar Rp40 juta.

Namun, ketegangan belum mereda. Sejak insiden itu, warga menyatakan bahwa setiap malam kampung mereka kembali didatangi gerombolan yang diduga berupaya melakukan serangan lanjutan.

“Sudah tiga malam berturut-turut kampung kami mendapat gangguan,” ujar Dominikus, salah seorang warga, pada Jumat (21/11/2025). Ia menambahkan bahwa warga memilih berjaga semalam suntuk untuk mencegah bentrokan fisik, kecuali jika kelompok penyerang nekat memasuki permukiman.

Petrus Pati Kalli, warga lain yang ditemui wartawan, mengatakan seluruh laki-laki di kampung itu kini tidak tidur pada malam hari. “Kami terus berjaga sejak Selasa malam lalu,” ungkapnya. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas harian warga, termasuk pekerjaan mereka di ladang dan kebun.

Laurensius Loghe Maza—anak dari pemilik kerbau yang diduga dicuri—menegaskan bahwa situasi di kampung mereka kini sangat tidak kondusif. Ia mendesak aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas.

“Kami minta perlindungan dan tindakan nyata dari polisi maupun pihak terkait atas gangguan yang terus terjadi di malam hari,” tegas Laurensius.

Warga Homba Ghobbo berharap kehadiran aparat keamanan dapat mencegah eskalasi dan memastikan tidak ada tindakan main hakim sendiri. Beberapa warga menilai bahwa situasi ini mengancam ketenteraman kampung dan mengganggu musim pengolahan lahan yang sedang berlangsung.

“Pemerintah tolong lihat kami. Ini musim garap lahan, tapi kami sulit bekerja karena harus beristirahat di siang hari setelah berjaga semalaman,” kata Apliana, seorang ibu rumah tangga.

Hingga kini, kepolisian setempat belum mengeluarkan keterangan resmi terbaru terkait pengamanan di wilayah tersebut. Warga berharap intervensi cepat dari aparat dapat menghentikan teror malam hari dan memulihkan rasa aman di Kampung Homba Ghobbo.

Pewarta : Gunter Guru Ladu Meha

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *