Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bergerak cepat memastikan ketahanan pangan masyarakat pasca-bencana alam hidrometeorologi. Melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi, sebanyak 287.565 kg (287,5 ton) Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Prioritas Pemulihan Pasca-Bencana
Bantuan ini menyasar 38.342 jiwa yang tersebar di 53 desa dalam 8 kecamatan. Penyaluran ini merupakan bagian dari masa transisi darurat menuju pemulihan, guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi selama 30 hari ke depan.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kepala Bapanas, serta Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atas respon cepat terhadap usulan daerah.
“Kami ingin memastikan rakyat yang tertimpa musibah tidak lagi terbebani pikiran soal pangan, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan. Dengan bantuan ini, warga bisa beribadah dengan tenang karena beras sudah tersedia di dapur masing-masing,” ujar Bupati Safriadi.
Berlanjut Hingga Hari Raya Idul Fitri
Tak hanya untuk Ramadan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah mengupayakan agar bantuan serupa kembali mengucur bulan depan. Targetnya, saat menyambut Idul Fitri 2026 nanti, masyarakat tidak hanya terbantu secara konsumsi, tetapi juga dalam pemenuhan kewajiban zakat fitrah.
“Kita ingin masyarakat merayakan hari kemenangan dengan hati lapang dan gembira tanpa pusing memikirkan harga beras yang fluktuatif,” tambah Bupati.
Plt. Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Akhyaruddin, ST, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi proaktif dengan pemerintah provinsi dan pusat. Strategi ini diambil agar Aceh Singkil selalu masuk dalam skala prioritas program bantuan pangan nasional.
“Atas perintah Bapak Bupati, kami terus menjemput bola ke pusat. Kehadiran bantuan CPP ini bukan hanya soal pemulihan fisik, tapi juga strategi jitu untuk mencegah inflasi dan menjaga stabilitas harga beras di pasar lokal. Jika stok di rumah warga aman, maka tekanan harga di pasar akan berkurang,” jelas Akhyaruddin.
Dengan semangat kolaborasi ini, Pemkab Aceh Singkil optimis masa transisi pemulihan bencana akan berjalan lancar, sekaligus menjadi momentum untuk mewujudkan Aceh Singkil yang lebih maju dan tangguh.{*}
Pewarta: Khalikul Sakda







____________________________________________
