Dipulangkan dengan Alasan Jantung Bengkak, Pasien RSIA Umi Attaya Alami Pendarahan Hebat dan Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

Tubaba, tipikorinvestigasinews.idPelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Umi Attaya, Tulang Bawang Barat, kembali menjadi sorotan publik. Seorang pasien bernama Kuswanti, warga Tirtakencana, diduga dipulangkan dalam kondisi belum stabil hingga mengalami pendarahan hebat hanya sehari setelah kembali ke rumah. Selasa, (3-2-2026)

Menurut keterangan keluarga, Kuswanti sebelumnya dirawat akibat pendarahan dan telah dipersiapkan untuk tindakan operasi. Namun, pihak rumah sakit menyatakan operasi ditunda dengan alasan adanya pembengkakan jantung, sebagaimana disampaikan oleh dokter dan bidan yang menangani pasien.

“Katanya ada pembengkakan jantung, jadi operasi ditunda dan pasien disuruh pulang,” ungkap pihak keluarga.

Ironisnya, kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan. Setibanya di rumah, Kuswanti masih merasakan sakit. Sehari kemudian, pendarahan justru semakin hebat hingga pihak keluarga panik dan kembali melarikan pasien ke rumah sakit.

Kekecewaan keluarga semakin mendalam lantaran pasien dipulangkan tanpa rujukan, ditambah perlakuan yang dinilai tidak manusiawi. Kakak kandung pasien mengungkapkan bahwa Kuswanti sempat dimarahi oleh seorang dokter di rumah sakit tersebut.

“Pasien shock. Dia menangis histeris, jerit-jerit di ruang operasi karena sangat kecewa operasi dibatalkan. Padahal dia sangat berharap sembuh. Setelah itu pendarahannya malah semakin hebat,” ujar kakak pasien dengan nada sedih.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Yantoni, Ketua Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat. Ia menilai keputusan memulangkan pasien dengan alasan gangguan jantung justru menimbulkan pertanyaan besar terkait kompetensi dan kesiapan layanan rumah sakit.

“Kalau memang alasannya penyakit jantung, seharusnya diobati penyakit jantungnya, bukan malah disuruh pulang. Ini yang jadi tanda tanya,” tegas Yantoni.

Ia juga mempertanyakan kelengkapan tenaga medis spesialis di RSIA Umi Attaya, khususnya dokter spesialis jantung, apabila rumah sakit tersebut telah menjalankan tindakan operasi besar.

“Apakah rumah sakit ini sudah layak melakukan operasi besar, sementara dokter spesialisnya tidak lengkap, terutama spesialis jantung?” lanjutnya.

Tak ingin polemik berlarut, Yantoni secara tegas meminta adanya langkah konkret dari pemerintah.

“Tidak usah adu argumen. Atas nama DPRD, kami meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan rumah sakit ini, baik izin NIB maupun izin operasionalnya,” pungkas Yantoni.

Ketua IDI CABANG kabupaten Tubaba dr Pramono saat ditemui di ruangannya menjelaskan bawah minta waktu diundur untuk memberikan statmen dikarenakan besok akan diheringkan di gedung DPRD kabupaten Tubaba, setelahnya dari keterangan kedua belah pihak maka baru tahu duduk persoalannya.

(TIM)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *