KABUPATEN SORONG,http://tipikorinvestigasinews.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Papua Barat Daya melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) bersama Biro Operasi (Biro Ops) melaksanakan kegiatan pengecekan dan penilaian Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya Polri dalam mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui perlombaan ini, Polda Papua Barat Daya tidak hanya mencari Poskamling terbaik, tetapi juga ingin menghadirkan model Poskamling percontohan yang dapat diterapkan di berbagai daerah guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif.
Direktur Binmas Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. M. Erfan, S.I.K, M.H, melalui Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Papua Barat Daya, Iptu Melvin Randongkir, menjelaskan bahwa keberadaan Poskamling hingga saat ini masih memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut adanya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
“Poskamling merupakan salah satu bentuk nyata kemitraan antara Polri dan masyarakat. Melalui Poskamling, warga dapat berpartisipasi langsung dalam menjaga keamanan lingkungan, melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan, serta membangun budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Iptu Melvin, Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan bahwa perlombaan Poskamling yang digelar tahun ini bukan semata-mata mencari juara, melainkan menjadi sarana evaluasi dan pembinaan untuk mengukur tingkat kesiapan masyarakat dalam mengelola keamanan lingkungannya secara mandiri.
Menurutnya, Poskamling yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menerapkan sistem keamanan lingkungan yang efektif, terorganisir, dan berkelanjutan.
“Yang kami cari bukan hanya Poskamling yang bangunannya bagus, tetapi Poskamling yang benar-benar aktif, memiliki administrasi yang tertib, didukung partisipasi masyarakat yang tinggi, serta mampu menjalankan fungsi keamanan lingkungan secara nyata,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan penilaian, tim dari Ditbinmas dan Biro Ops Polda Papua Barat Daya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap berbagai indikator yang telah ditetapkan.
Aspek yang dinilai meliputi kondisi fisik Poskamling, kelengkapan sarana dan prasarana, administrasi kegiatan, jadwal ronda malam, buku mutasi, buku tamu, struktur organisasi Poskamling, peta wilayah lingkungan, alat komunikasi, kentongan, senter, megafon, perlengkapan keamanan lainnya, hingga kebersihan dan kerapian lingkungan Poskamling.
Selain itu, tim penilai juga melakukan observasi terhadap aktivitas ronda malam yang dijalankan masyarakat, pola koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan aparat keamanan lainnya, serta inovasi-inovasi yang dilakukan warga dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Menurut Iptu Melvin, salah satu indikator terpenting dalam penilaian adalah tingkat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Partisipasi warga menjadi poin utama. Semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam ronda malam dan kegiatan keamanan lingkungan, maka semakin kuat pula sistem keamanan yang terbentuk di wilayah tersebut,” katanya.
Pada perlombaan tahun ini, sebanyak sepuluh Poskamling dari wilayah hukum Polresta Sorong Kota dan Polres Sorong mengikuti proses penilaian lapangan secara langsung. Enam Poskamling berasal dari wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sementara empat Poskamling lainnya berasal dari wilayah hukum Polres Sorong.
Tim penilai mendatangi masing-masing lokasi untuk melakukan verifikasi secara langsung terhadap seluruh indikator penilaian guna memastikan proses berlangsung objektif, transparan, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, Poskamling yang berada di wilayah hukum Polres Raja Ampat, Polres Sorong Selatan, Polres Tambrauw, dan Polres Maybrat mengikuti proses penilaian melalui video dokumentasi yang dikirimkan kepada Ditbinmas Polda Papua Barat Daya.
Metode tersebut diterapkan mengingat kondisi geografis Papua Barat Daya yang terdiri dari wilayah kepulauan, pesisir, dan pegunungan sehingga membutuhkan waktu serta biaya transportasi yang cukup besar untuk menjangkau seluruh lokasi secara langsung.
Meski demikian, seluruh peserta tetap dinilai menggunakan indikator dan standar yang sama sehingga kualitas serta objektivitas penilaian tetap terjaga.
Iptu Melvin menambahkan bahwa keberadaan Poskamling saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ronda malam, tetapi juga menjadi pusat komunikasi dan koordinasi masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi penting terkait keamanan lingkungan.
Melalui Poskamling, masyarakat dapat lebih cepat melaporkan potensi tindak kriminal, peredaran minuman keras ilegal, penyalahgunaan narkotika, konflik sosial, hingga berbagai situasi darurat seperti kebakaran dan bencana alam.
“Poskamling merupakan garda terdepan dalam sistem deteksi dini di lingkungan masyarakat. Ketika Poskamling aktif, maka potensi gangguan keamanan dapat dicegah lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa budaya ronda malam dan gotong royong yang selama ini menjadi kearifan lokal masyarakat Indonesia perlu terus dipertahankan dan diperkuat di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keamanan lingkungan yang baik tidak hanya berdampak pada menurunnya angka kriminalitas, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menciptakan lingkungan yang nyaman untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, Polda Papua Barat Daya akan memberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada Poskamling yang berhasil meraih Juara I, Juara II, dan Juara III.
Hasil penilaian akan ditetapkan setelah seluruh tahapan evaluasi selesai dilakukan oleh tim juri. Poskamling yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadi model atau percontohan bagi wilayah lain dalam mengembangkan sistem keamanan lingkungan yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Polda Papua Barat Daya berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Papua Barat Daya, baik menjelang maupun setelah peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Pewarta: Asep Suebu







____________________________________________
