ACEH SINGKIL | tipikorinvestigasinews.id ~ Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memutuskan untuk menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia dalam bentuk uang tunai. Bantuan senilai Rp1 miliar yang awalnya dialokasikan untuk pembelian sapi bagi korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut, kini dialihkan fungsinya guna membantu masyarakat menyambut tradisi meugang.
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kesepakatan bersama unsur Forkopimda. Langkah ini dinilai lebih praktis dan menyentuh langsung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak.
“Kami telah menetapkan bahwa anggaran Rp1 miliar ini akan dibagikan kepada 10.652 Kepala Keluarga (KK). Dana tersebut diperuntukkan bagi pembelian daging meugang” ujar Safriadi Oyon dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan hasil kalkulasi teknis, setiap Kepala Keluarga akan menerima dana sebesar Rp93.879. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, proses penyaluran tidak dilakukan secara tunai di lapangan, melainkan melalui sistem transfer perbankan.
“Dana akan dikirimkan langsung ke rekening masing-masing kepala keluarga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil. Ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan terdokumentasi dengan baik,” tambah Oyon.
Didampingi jajaran Forkopimda, Bupati Safriadi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden atas perhatian yang diberikan kepada warga Aceh Singkil yang sempat tertimpa musibah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh lapisan masyarakat Aceh Singkil, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan dan meringankan beban warga kami,” pungkasnya.
Penyaluran dana ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga tradisi meugang dengan khidmat di tengah masa pemulihan pascabencana. (*)







____________________________________________
