Palembang Sumsel tipikorinvestigasinews.id Perayaan idul adha atau hari raya kurban 2026 sudah semakin dekat, aroma tidak sedap terendus masyarakat terkait dugaan perbuatan melawan hukum, praktek culas untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau kelompok disatu sisi dan mendapat posisi jabatan di satu sisi lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan
Pengiat sosial, dari aktifis Pemantau Kebijakan Publik menyampaikan temuaan pihaknya terkait dugaan “mens rea”, rencana dugaan jual beli jabatan dengan melakukan pembelian hewan kurban (10/5)
Tim Investigasi, M. Rahman menuturkan bahwa pihaknya telah concern memantau dan bahkan telah melakukan laporan pengaduan dengan aksi massa di Dinas Pendidikan Sumatera Selatan
“sepertinya Kepala Diknas Sumsel mengabaikan laporan aksi kami” tuturnya
Dalam pantauan tajam aktifis terdapat indikasi transaksi jual beli jabatan di Lingkungan Diknas salah satunya ialah jabatan kepala sekolah
“Kami sudah memantau sejak dua tahun terakhir, selalu saja ada temuan dugaan oknum ASN Diknas Sumsel dalam dugaan skandal Sapi Kurban” bebernya
Lebih lanjut, Ketua investigasi Syawaludin menyampaikan dugaan bahwa dalam menjaga posisi jabatan sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, dan atau dugaan untuk mendapatkan posisi baru dalam jabatan Kepala Sekolah, oknum ASN bersangkutan harus menyetor sejumlah uang dengan dalih uang kurban
“Masyarakat bisa saksikan sendiri, contoh tahun 2025 yang lalu itu ada namanya sapi kurban sumbangan Gubernur, mari kita pertanyakan dari mana sumber anggarannya” tegasnya
Undang Undang Nomor 7 Tahun 2006 menegaskan perbuatan melawan hukum atau praktek culas untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau mendapat posisi jabatan merupaka delik yang dapat dikenakan sanksi tindak pidana korupsi
Syawal menegaskan pihaknya akan mengawal kasus dugaan Skandal Sapi Gubernur yang diduga bersumber dari oknum ASN di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diduga dikoordinir oleh oknum ASN Diknas Provinsi Sumsel.
“Dalam aksi kami tempo lalu sudah disampaikan ada oknum Kadis M dan Kabid E serta pihak lainnya yang diduga sebagai otak jual beli posisi jabatan Kepala Sekolah” terang Syawal
Lebih lanjut disampaikan, aktifis mendesak Pemerintah Provinsi, Gubernur Sumatera Selatan untuk membuka dan memastikan transparansi hewan kurban Gubernur yang diduga bersumber dari gratifikasi
“dalam waktu dekat kami akan sampakani dugaan ini melalui unjuk rasa di KPK RI untuk mengugat Gubernur dan Dinas Pendidikan Sumsel atas dugaan skandar Sapi Kurban di Sumatera Selatan” pungkasnya
FAJARUDIN







____________________________________________